
PURWOREJO, pelita.co,– Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Purworejo terus mendorong penguatan budaya literasi di tengah semakin derasnya arus informasi. Upaya tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi Kabupaten Purworejo 2026 yang berlangsung 6–8 Oktober 2026.
Kegiatan mengusung tema “Mewujudkan Ekosistem Literasi Purworejo yang Unggul dan Relevan” dengan melibatkan pustakawan, guru, serta pegiat literasi.
Bimtek tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam mengenali kebutuhan informasi, melakukan penelusuran, mengevaluasi sumber, hingga memanfaatkan informasi yang relevan secara tepat.
Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Purworejo, Sigit Sudibyo, S.Sos., mengatakan penguatan literasi informasi menjadi penting agar masyarakat maupun peserta didik tidak hanya mampu memperoleh informasi, tetapi juga dapat menilai dan menggunakannya secara kritis.
Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dalam mengelola dan menyampaikan informasi sekaligus memberikan pendampingan kepada masyarakat dan peserta didik.
“Literasi informasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mencari informasi, tetapi juga bagaimana mengenali kebutuhan, menilai kebenaran dan relevansi sumber, serta memanfaatkannya secara kritis, etis, dan efektif,” demikian pokok tujuan kegiatan tersebut, terang Sigit usai kegiatan, Selasa, (6/10/2026).
Baca Juga: Kepala Perpustakaan dan Arsip Ajak Pustakawan dan Pegiat Literasi Perangi Hoaks
Menurutnya, pustakawan memiliki peran penting sebagai pengelola sumber informasi. Sementara guru berperan sebagai fasilitator pembelajaran berbasis informasi, sedangkan pegiat literasi menjadi salah satu unsur penting dalam pemberdayaan masyarakat.
Bimtek ini juga diharapkan membuka ruang kolaborasi lintas profesi. Sinergi antara pustakawan, guru dan pegiat literasi dinilai dapat memperkuat ekosistem literasi informasi yang berkelanjutan serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat di tengah perkembangan teknologi dan informasi.
Dengan penguatan kapasitas tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Purworejo berharap gerakan literasi tidak berhenti pada kegiatan membaca, tetapi berkembang menjadi kemampuan masyarakat dalam mengakses, memahami, memilah, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara bertanggung jawab.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat Purworejo yang semakin cakap informasi, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta memiliki kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi berbagai informasi yang berkembang di ruang publik.













