Dedikasi Tanpa Pamrih: Kisah Inspiratif Bapak Mustika (Joni) Mendirikan SMAS Mustika Al-Mujannah di Pakuhaji

Bapak Mustika (Joni) Pendiri Sekolah Al-Mujannah,(foto istimewa)
Advertisement

TANGERANG, Pelita.co – Di tengah realitas sosial yang masih menyisakan persoalan akses pendidikan bagi keluarga prasejahtera, hadir sosok inspiratif yang memilih untuk bertindak daripada mengeluh. Dia adalah Bapak Mustika, atau yang lebih akrab disapa Joni, pendiri SMAS Mustika Al-Mujannah yang berlokasi di Jl. H. Maarif KM 4, RT 001 RW 001, Desa Laksana, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang.

‎Sekolah ini berdiri bukan karena Joni memiliki latar belakang bisnis pendidikan, melainkan karena kepeduliannya yang mendalam terhadap masa depan anak-anak di sekitarnya.

‎ “Saya prihatin melihat banyak anak-anak yang tidak bisa sekolah hanya karena alasan biaya. Padahal mereka punya semangat dan potensi yang besar,” tuturnya. Kamis, (10 -07-2026).

‎Awalnya, di lingkungan tersebut hanya ada Madrasah Ibtidaiyah. Namun, ketika Jonii mulai mendengar keluhan dari para orang tua dan siswa tentang sulitnya masuk ke jenjang SMP karena kendala biaya, ia pun mengambil inisiatif untuk mendirikan SMPS Islam Al-Mujannah. Tak berhenti di situ, pada tahun 2010, ia kembali mengambil langkah besar dengan mendirikan SMAS Mustika Al-Mujannah, sebagai bentuk lanjutan dari keprihatinannya terhadap anak-anak yang terpaksa putus sekolah setelah lulus SMP.

‎“Saya tahu beratnya kehidupan sebagian masyarakat di sini. Maka sejak tahun kemarin, saya gratiskan biaya masuk sekolah ini, bahkan seragam kaos dan batik juga saya berikan secara cuma-cuma,” ujar pria paruh baya yang dikenal sederhana itu.

Halaman Gerbang SMAS Mustika Al-Mujannah,Jl H. Maarih Km 4 RT 001/001 Desa Laksana Kecamatan Pakuhaji Kabupaten Tangerang,(dok ist)

‎Tak hanya biaya masuk, Jonii juga menegaskan bahwa tak ada pungutan untuk biaya daftar ulang, uang semester, ataupun biaya tersembunyi lainnya. Jika ada kebutuhan yang melibatkan biaya dari siswa, semuanya bersifat sukarela dan tidak diwajibkan. “Kalau ada pun, itu hanya seikhlasnya, dan bagi yang mampu. Tidak ada paksaan,” tambahnya.

‎Kepedulian Joni tak berhenti di bangku sekolah. Ia juga membuka akses bagi lulusan SMAS Mustika Al-Mujannah untuk mendapatkan pekerjaan. Dengan jaringan yang dimilikinya di sejumlah kawasan industri, ia berusaha mencarikan peluang kerja bagi para alumni agar bisa langsung produktif setelah lulus.

‎Ia pun memberikan jaminan penuh kepada para orang tua: “Untuk ijazah jangan takut, tidak ada istilah tebus ijazah di sini. Jika ada yang membutuhkan, tinggal datang dan sampaikan, saya berikan tanpa syarat.” Bebernya

‎Dengan tekad dan ketulusan hati, Jonhi membuktikan bahwa pendidikan bukan soal gedung mewah atau biaya mahal, melainkan soal kepedulian, keikhlasan, dan keyakinan bahwa setiap anak berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk menggapai masa depan.

Advertisement