Baru Dua Bulan Lebih Beroperasi,SPPG Wae Rii Manggarai Buat Keputusan Kontroversi Mengeluarkan Pegawainya Dengan Tuduhan Tak Masuk Akal

Advertisement

MANGGARAI NTT, Pelita.co- Baru dua bulan lebih beroperasi sejak Januari 2026 lalu, manajemen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wae Rii kabupaten Manggarai NTT mengambil keputusan kontroversial dan tidak adil dengan memberhentikan pegawainya, Maria Novianti Jaya sebagai salah satu tenaga masak di SPPG tersebut

Novi yang telah bekerja di SPPG tersebut sejak awal beroperasi kini menjadi korban keputusan dengan tuduhan tidak berdasar dan sangat merugikannya tidak hanya materil tetapi juga martabatnya secara pribadi

Pemberhentian ini mengejutkan dan sangat membingungkan Novi sebab sebelumnya tidak ada kesalahan yang Ia lakukan dan juga tidak ada pemberitahuan resmi tertulis tentang pemberhentian itu

Novi secara tiba tiba dikeluarkan dari grup WA SPPG pada Sabtu 7 Maret lalu setelah evaluasi mingguan hari itu dilakukan

Advertisement

Ia tidak mengetahui kesalahan apa yang dilakukannya sehingga diberhentikan sebab selama kurang lebih dua bulan bekerja Ia tidak pernah mendapatkan Surat Peringatan (SP) apapun

Manajemen SPPG Wae Rii melalui kepala SPPG, Klemens R.H Marut, S.Pd baru memberikan SP saat Novi bersama orangtuanya mendatangi SPPG tersebut setelah tidak lagi bekerja pada Senin 9 Maret 2026 untuk mendapatkan penjelasan terkait alasan pemberhentian itu

Dalam pertemuan itu Roy memberikan Novi tiga SP sekaligus, SP1, SP2, dan SP3 yang semestinya harus diberikan secara berjenjang dengan tempo waktu tertentu

Ketiga SP tersebut dinilai janggal, selain diberikan secara bersamaan, SP itu juga tanpa mencantumkan tanggal surat sehingga kuat dugaan SP itu dibuat dalam waktu bersamaan

Mirisnya lagi manajemen melalui Kepala SPPG, Klemens R.H Marut, S.Pd memberhentikan Novi dengan berlandaskan pada kecurigaan atau dugaan tanpa dilakukan pendalaman dan klarifikasi terlebih dahulu untuk mendapatkan fakta sesungguhnya

Tidak terima diberhentikan dengan alasan dan tuduhan yang menurutnya tidak benar, Novi didukung keluarganya terus melakukan upaya dan mengambil langkah hukum, tidak untuk dipekerjakan lagi tetapi untuk mendapatkan keadilan

Dalam wawancara di rumah orang tuanya di Wae Buka kelurahan Satar Tacik pada Selasa 17 Maret 2026 Novi mengemukakan alasan yang digunakan pihak SPPG untuk memberhentikan nya

Novi mengatakan bahwa Ia diberhentikan hanya karena ada kecurigaan dari pihak manajemen SPPG yang menuduh Dirinya mengambil minyak goreng bekas dan daging ayam potong tanpa ijin

Novi membantah dan menyebut tuduhan itu tidak benar, tidak berdasar serta terkesan mengada ada sebab Ia tidak pernah melakukan seperti apa yang dituduhkan kepadanya

Ia bahkan menyebut tuduhan itu sangat serius dan merendahkan martabat pribadi, orang tua dan keluarganya

“Jujur, apa yang mereka tuduhkan ke saya itu tidak benar. Mereka terlalu mengada ada karena saya tidak pernah melakukan itu, ini sangat merendahkan martabat saya, orang tua dan keluarga saya karena saya tidak dibesarkan orang tua saya dari mencuri” ungkap Novi penuh kesal

Novi yang saat itu didampingi kedua orang tuanya mengungkapkan kronologis peristiwa dan fakta sesungguhnya yang terjadi yang diduga menjadi pemicu kecurigaan tersebut

Bahwa jauh sebelumnya dalam sebuah kesempatan di hadapan para staf, kepala SPPG, Klemens R.H Marut yang akrab disapa Roy pernah menyampaikan bahwa minyak goreng bekas boleh dibeli dengan rincian harga; Rp 50.000 per satu jerigen ukuran lima liter untuk minyak bekas goreng tahu dan tempe, minyak bekas goreng daging ayam Rp. 25.000 per jerigen ukuran lima liter

Sejak hal itu disampaikan kata Novi, teman temanya pun membeli minyak goreng bekas tersebut namun Novi sendiri baru mulai membelinya pada 24 Februari 2026 bersama beberapa teman lainnya

Pagi sebelum pulang ke rumah tanggal 24 pagi itu, Novi memutuskan membeli minyak bekas goreng tahu dan tempe satu jerigen ukuran lima liter seharga Rp.50.000 bersama beberapa temannya yang lain, namun karena Roy yang adalah kepala SPPG saat itu berada di luar daerah maka Novi meminta ketua masak yang Ia panggil mama Sheny untuk memberitahukan kepada Roy bahwa Ia membeli minyak tersebut

Permintaan itu diamini Sheny yang saat itu langsung menghubungi Roy melalui ponsel nya namun tidak diangkat. Seheni kemudian mempersilahkan Novi dan temannya untuk membeli dan membawa minyak tersebut dengan catatan bertanggungjawab dan dibayar sendiri

Novi dan temannya tidak terpikirkan untuk memberitahukan hal itu kepada Akuntan yang mereka panggil Stefani, Ahli gizi yang dipanggil Riani dan juga Tamara selaku Aslap karena ingin segera pulang tidur setelah 8 jam bekerja sejak jam 10 malam hingga jam 8 pagi WITA

Novi dan teman lainnya pulang dan membawa minyak bekas satu jerigen itu tanpa ragu bahkan diketahui staf lain yang sif pagi yang saat itu sudah berada di dapur SPPG itu

Pagi itu kata Novi listrik sedang padam sehingga CCTV di SPPG itu juga tidak berfungsi

Novi mengaku Ia baru membayar minyak goreng bekas seharga Rp. 50.000 itu dikirim langsung ke rekening Roy. Setelah mentransfer, Novi kemudian mengonfirmasi kepada Roy melalui nomor WhatsApp nya untuk memberitahukan bahwa Ia sudah ditransfernya uang tersebut plus dikirim juga bukti transfer namun tidak ada konfirmasi balik dari Roy

Tidak ada persoalan apapun terkait minyak goreng bekas tersebut

Peristiwa kedua terjadi tanggal 4 Maret 2025 di mana pada malam harinya, Riany yang merupakan Ahli gizi memberikan beberapa sayap ayam kepada semua anggota tim masak yang sedang bekerja untuk lauk makan malam

Namun sayap ayam itu tidak sempat dimakan meski telah dimasak. Novi dan anggota tim masak lainnya pun bersepakat agar sayap ayam itu dibawa pulang makan di rumah masing masing saja

Karena nenek salah satu teman mereka malam itu tidak masuk kerja karena neneknya meninggal, Novi dan teman temanya memilih melayat ke rumah duka terlebih dahulu sebelum pulang ke rumah. Sayap ayam yang tadinya sudah dibungkus masing masing dengan plastik kantong pun dikumpul menjadi dua kantong saja dan dititip di kios milik teman mereka. Lagi lagi tidak ada persoalan apapun terkait itu

Peristiwa ketiga terjadi tanggal 6 Maret 2026 malam. Malam itu Novi disuruh salah satu temannya menyortir daging ayam yang sudah dipotong dan menyuruh menyimpan sementara ke dalam karung karena tidak ada tempat lain yang kosong

Namun saat Novi sedang menyortir dan memasukan daging tersebut ke dalam karung, tiba tiba Riany ahli Gizi menghampirinya dan langsung menanyakan untuk apa daging itu disimpan ke dalam karung sembari membuat vidio daging tersebut dan mengatakan akan menyampaikan hal tersebut kepada Roy sebagai kepala SPPG

Merespon pertanyaan Ahli gizi tersebut Novi menjawab bahwa daging yang disimpan didalam karung itu tidak untuk apa tetapi hanya simpan sementara saja

Novi menegaskan bahwa Penyortiran dan penyimpanan daging ke dalam karung yang Ia lakukan itu adalah atas perintah temannya

“Saya hanya di suruh untuk pisahkan daging itu dan taruh di karung sementara” ujar Novi

Lebih lanjut Ia jelaskan bahwa daging yang mereka sortir tidak layak digoreng untuk MBG yang akan dibagikan ke anak anak karena kekurangan tepung terigu dan tepung roti sehingga dipisahkan antara daging yang masih ada tepung dengan yang dibalut tepungnya

“Ayam yang kami sortir itu kami tidak gunakan lagi untuk di goreng kasih ke anak anak, Itu sdh fix tidak di gunakan dan tidak layak karena kekurangan tepung terigu dan tepung roti maka itu ayam terjadi pisahkan yg masih ada tepung nya dan pisahkan yang sudah dibalur tepungnya” ungkap Novi

Penyimpanan dalam karung itu kata Novi bersifat sementara dan akan dipindahkan ke tempat lain ketika sudah disortir

“Daging ayam yang saya simpan dalam karung itu untuk sementara saja karena waktu itu tidak ada tempat lain yang kosong sehingga pake karung saja setelah itu dipindahkan ke tempat lain” ujarnya

Novi menegaskan bahwa tuduhan membawa daging itu sungguh tidak benar sebab semua teman tim masak  berada di tempat yang sama pada saat Ia dan temannya menyortir daging tersebut sehingga sangat tidak mungkin itu dilakukan

Sebelumnya pada Jumat pagi 6 Maret 2026, Novi ditelpon Roy namun karena saat itu Novi masih tidur sehingga tidak sempat menerimanya. Setelah bangun tidur Novi berinisiatif balik menghubunginya

Dalam percakapan di telpon itu Roy meminta Novi dan salah satu temannya untuk menjelaskan semua peristiwa yang mereka curigai itu di depan semua staf SPPG yang berjumlah kurang lebih 50 orang saat evaluasi mingguan tanggal 7 Maret 2026

Novi mengungkapkan bahwa dalam percakapan itu Ia mengaku berusaha menjelaskan kepada Roy namun Roy tidak memberi ruang dan meminta Novi menjelaskan saat evaluasi dan tidak ada pembelaan diri

Pada saat evaluasi mingguan pada Sabtu 7 Maret 2026 berlangsung, Novi dan satu orang temannya diminta menjelaskan di depan teman teman yang lain

Namun pada saat menjelaskan itu, Novi tidak sempat menyampaikan semua yang sesungguhnya lantaran baru pertama kali berbicara di depan orang banyak dan enggan menyampaikannya di hadapan teman yang menyuruhnya

Hal itu dinilai Roy tidak jujur namun meski demikian saat itu tidak ada penyampaian resmi dari Roy baik lisan maupun tertulis yang memberitahukan pemberhentian Novi tersebut

Setelah pulang evaluasi itu, Sabtu sore Novi mengecek Handphone nya dan ternyata sudah dikeluarkan dari grup SPPG

Dari situ Ia menghubungi Sheny ketua masak dan menyampaikan hal tersebut. Kepada Novi Ia sampaikan aka menyampaikannya kepada pihak yayasan

Alhasil tanggal 8 Maret 2026 Novi dihubungi pihak yayasan SPPG Wae Rii untuk bertemu di Kumba yang dihadiri pihak yayasan itu sendiri 4 orang

Dalam pertemuan itu kata Novi, pihak yayasan mengatakan akan menyampaikan kepada Roy sebagai kepala SPPG

Namun setelah pertemuan itu pihak yayasan kembali menghubungi Novi untuk bertemu. Pertemuan itu memberitahukan kepada Novi bahwa mereka tidak bisa berbuat apa apa karena keputusan Roy sebagai kepala SPPG itu tidak bisa mereka utak atik karena keputusan Roy itu sudah bulat

Bahkan ketua yayasan, Trisno mengatakan kepada Novi bahwa segala urusan dapur SPPG termasuk aturan adalah sepenuhnya kewenangan Roy sebagai kepala nya. Yayasan hanya bertugas mencari tenaga

Mendengar kabar tersebut, Novi memanggil orang tuanya untuk mendatangi tempat Dia dan para kelompok yayasan itu bertemu

Tidak bisa merubah keputusan Roy, pihak yayasan menyarankan Novi dan orang tuanya untuk menghadap Roy ke rumahnya dengan membawa serta bir satu botol dan rokok Troy satu bungkus untuk meminta maaf

Malam harinya, Novi bersama orang tuanya mendatangi rumah Roy, namun Roy tidak ada. Mereka hanya ditemui ayahnya yang saat itu berada di rumah

Melihat kedatangan mereka, ayah Roy berupaya menelpon anaknya itu untuk pulang karena ada tamu. Namun dari balik telpon Roy menjawab dan mengatakan bahwa tidak boleh bertemu di rumah karena urusan tersebut adalah urusan negara bukan urusan keluarga. Ia kemudian meminta Novi dan orang tuanya untuk menghadap ke kantornya esok pagi

Pagi keesokan harinya, Senin tanggal 9 Maret 2026, Novi lagi lagi bersama orang tuanya, tiba di kantor Roy SPPG Wae Rii sekitar Pkl. 09.00. Mereka terlebih dahulu memberitahukan ke Satpam perihal kedatangan mereka untuk bertemu Roy namun Satpam tersebut mengatakan bahwa Roy tidak ada janjian dengan siapapun pagi itu

Novi kembali menanyakan kepada Satpam tersebut bahwa apakah memang Roy sama sekali tidak ada waktu untuk bertemu mereka. Satpam itu tetap pada jawaban yang sama

Kesal dengan situasi itu, Geby ayah Novi mengatakan bahwa mereka akan terus menunggu sepanjang hari entah jam berapapun Roy mau menemui mereka bahkan sampai mati kelaparan sekalipun

Beberapa waktu kemudian Roy keluar dari ruangannya dan menemui mereka, namun tidak langsung menerima untuk berdiskusi tetapi Roy meminta mereka untuk menunggu dengan alasan Ia pulang ke rumahnya terlebih dahulu untuk berganti pakaian

Hampir dua jam menunggu, Roy kemudian kembali tiba di kantornya sekitar Pkl. 11.00 WITA. Namun pertemuan itu sia sia karena tidak ada titik temu

Dalam pertemuan itulah Roy baru memberitahukan bahwa Novi telah ada SP dan menyerahkan tiga SP sekaligus, SP1, SP2 dan SP3

Sementara itu Ayah Novi, Gabriel Losa mengaku malu dan tidak terima tuduhan pihak SPPG yang menyebut anaknya mengambil minyak goreng bekas dan daging ayam Sebab Ia yakin Novi tidak melakukan hal tersebut

“Kami sebagai orang tua merasa malu dan tidak terima anak kami dikeluarkan dengan tuduhan mengambil daging dari dapur itu sangat merendahkan kami” ujar Gabriel

Selain itu ibu kandung Novi, Isidonata Jelus mengaku anaknya tidak pernah membawa daging ayam saat pulang ke rumah

“Tidak pernah, Novi sama sekali tidak pernah membawa daging waktu dia pulang kerja” ungkapnya

Novi dan keluarga besarnya mempersoalkan tuduhan yang dijadikan oleh SPPG sebagai alasan Novi diberhentikan. Mereka tidak menerima tuduhan itu dan akan menempuh jalur hukum untuk mendapatkan keadilan

Mereka tidak mempersoalkan Novi anak mereka diberhentikan.Yang mereka persoalkan adalah tuduhan yang menurut mereka sangat merugikan harkat dan martabat keluarga

Media ini telah berupaya menghubungi Kepala SPPG, ahli gizi, akuntan, ketua masak hingga ketua yayasan melalui pesan WhatsApp pada Rabu 18 Maret 2025

Hanya ketua yayasan, Trisno Rahmat yang memberikan tanggapan, selain itu lebih memilih bungkam termasuk Roy kepala SPPG

Trisno mengatakan bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan, persolan tersebut sepenuhnya kewenangan kepala SPPG

“Yayasan hanya menyalurkan / menyediakan relawan untuk bekerja dan selanjutnya untuk menegakkan aturan yg berlaku didapur serta sanksinya merupakan tanggung jawab penuh SPPG” ungkap Trisno

Ia juga membantah perekrutan Novi hanya sebagai formalitas

“Bahwa tidak benar penerimaan novi sebagai karyawan hanya untuk formalitas, dia membuat surat lamaran dan diwawancara dan aturan yg dikeluarkan oleh BGN agar menempatkan muslimin/muslimah disetiap dapur agar dapat memastikan semua masakan yg diolah dapat dipastikan halalnya” ungkapnya

Ia mengatakan menghargai langkah hukum yang hendak hendak ditempuh oleh keluarga novi sebagai hak setiap orang untuk mendapat kepastian hukum

Ia meyakini tindakan yang diambil oleh kepala sppg itu didukung dengan bukti dan saksi

Trisno mengaku berkas lamaran termasuk ijazah dan KTP Novi diambil langsung pihak yayasan karena waktu itu Novi belum mengetahui alamat dapur SPPG

Terkait perekrutan Novi yang disebut hanya untuk memenuhi persyaratan pengoperasian SPPG karena mengabaikan syarat ijazah, Trisno membantahnya dan menyebut saat itu Novi mengaku ijazahnya SMA

Pernyataan ini bertolak belakang dengan pengakuan Novi saat diwawancarai wartawan yang mengatakan bahwa waktu pihak yayasan mengambil berkas lamaran di rumahnya, Ia secara terang terangan menyampaikan bahwa Ia hanya berijazah SMP bukan SMA karena Ia tidak menyelesaikan pendidikannya di SMA

Namun hal itu kata Novi tidak dipermasalahkan pihak yayasan dan tetap merekrutnya agar SPPG itu bisa segera beroperasi, sebab salah satu persyaratannya adalah setiap SPPG harus memiliki setidaknya satu orang muslim

Novi menduga SPPG Ia direkrut hanya untuk memenuhi persyaratan itu, mengabaikan syarat standar ijazah dan pada akhirnya Ia diberhentikan dengan tuduhan sadis dan tidak masuk akal demi mempekerjakan orang lain

Hal itu kata Novi dibuktikan dengan masuknya dua orang tenaga kerja baru segera setelah Ia diberhentikan. Dia orang itu menurut Novi telah dipersiapkan sebelumnya sehingga Ia dikorbankan agar kedua orang itu bisa dipekerjakan

Kepada wartawan Novi mengungkapkan bahwa jauh sebelum sebelum Roy sebagai kepala SPPG memberhentikannya, Roy pernah meminta Novi mendepokan uang RP. 50.000 ke rekeningnya meski kemudian dibayar kembali

Tidak hanya itu, Roy juga pernah menggunakan nomor rekening milik Novi untuk bertransaksi uang dari nomor rekening lain sebesar Rp. 1.000.000, namun Novi sama sekali dari mana uang itu berasal dari mana dan untuk apa

Novi menjelaskan bahwa nomor rekening milik Roy ada padanya berawal saat Roy meminta depo sebesar Rp. 50.000 kepada Novi sehingga Roy memberikan nomor rekeningnya itu kepada Novi untuk transaksi tersebut

Advertisement