Beranda News

Aksi Bungkam PPK, Kontraktor Pelaksana, Konsultan Pengawas Di Tengah Proyek Puskesmas Wae Pitak Manggarai Barat Yang Tidak Kunjung Selesai Dan Masa Kontrak Habis

Kondisi Pengerjaan Puskesmas Wae Pitak, Kecamatan Kuwus Barat, Kabupaten Manggarai Barat Provinsi NTT Per 19 Desember 2025

MANGGARAI BARAT NTT-, Pelita.co-  Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), kontraktor pelaksana dan Konsultan pengawas kompak memilih bungkam ketika dikonfirmasi terkait progres pembangunan puskesmas wae pitak kecamatan kuwus barat kabupaten Manggarai Barat provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)

Aksi bungkam tiga pihak yang paling bertanggung jawab atas proyek tersebut diduga untuk menutupi informasi publik terkait kondisi pengerjaannya yang tidak kunjung selesai meski tahun anggaran akan segera berakhir

Tidak hanya itu, masa kontrak proyek tersebut yang telah habis juga menjadi pemicu bungkamnya PPK, Nurcolis, kontraktor pelaksana, Hasbulah Saman dan konsultan pengawas, Silvanus Hambut

Sikap ketiga pihak ini patut dipertanyakan jangan sampai berkonspirasi atas keterlambatan penyelesaian pengerjaan proyek fasilitas kesehatan masyarakat tersebut

Per 19 Desember progres pengerjaannya baru mencapai 50 persen

Kondisi ini diungkapkan pegawai lapangan CV Putra Sabar Utama Perkasa, Abdulrahman Saleh saat media ini mendatangi langsung lokasi proyek tersebut untuk memantau progres pengerjaannya pada 19 Desember 2025

“Kalau mengenai progres pak, sampai hari ini ya 50 persen lah” ungkap Saleh ketika itu

Nilai persentase yang sama diakui pegawai konsultan pengawas yang juga mengaku selalu berada di lokasi proyek untuk melakukan pengawasan

“Kami dari konsultan pengawas selalu standby di lokasi setiap hari pak. Kami terus mengawasi dan menurut penilaian kami sudah 50 persen” ujar pegawai tersebut (19/12)

Media ini telah berusaha mengkonfirmasi PPK, Nurcolis, Kontraktor pelaksana, Hasbulah Saman, dan Konsultan pengawas, Silvanus Hambut perihal kondisi pengerjaan proyek tersebut sesuai peran dan tanggung jawab masing masing

PPK Nurkolis sama sekali tidak merespon alias bungkam meski dua kali dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada 19 dan 20 Desember 2025

Sikap yang sama ditunjukan kontraktor pelaksana, Hasbulah Saman. Dikonfirmasi pertama pada 19 Desember 2025 melalui pesan WhatsApp nya tidak direspon. Media ini kembali mengkonfirmasi kedua pada 20 Desember 2025 namun lagi lagi tidak mendapat tanggapan

Pada 20 Desember media ini mengkonfirmasi konsultan pengawas, Silvanus Hambut melalui pesan WhatsApp nya. Silvanus sempat merespon namun Ia kembali bungkam atau tidak menanggapi substansi soal yang ditanyakan

Tidak ada papan informasi proyek yang terpasang di sekitar lokasi proyek sehingga media ini tidak mendapat informasi pasti terkait proyek tersebut baik terkait anggaran, sumber dana, waktu pelaksanaan serta informasi lainnya

Papan proyek tersebut diduga sengaja tidak dipasang untuk menutup akses informasi agar publik atau masyarakat tidak mengetahui keterlambatan pengerjaan proyek tersebut termasuk masa kontrak yang telah habis

Bahkan Saleh tidak dapat memberikan informasi pasti ketika ditanya perihal anggaran, masa kontrak, tanggal kontrak hingga perusahan konsultan pengawas

Terkait proyek yang tidak bisa selesai tepat waktu dan masa kontrak yang sudah habis, Saleh mengatakan bahwa hal tersebut dipengaruhi faktor cuaca yang tidak mendukung, di mana beberapa waktu belakangan wilayah tersebut terus diguyur hujan sejak siang hari

Tampak sejumlah tukang (buruh) sedang mengerjakan beberapa bagian bangunan namun tidak mengenakan Alat Pelindung Diri (APD)

Pihak kontraktor pelaksana melalui penanggungjawab Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) mengatakan bahwa APD berupa helm, rompi dan sepatu booth telah disediakan dan dibagikan kepada para pekerja namun tidak dipakai meski telah berkali kali diingatkan

Keterlambatan penyelesaian pembangunan puskesmas wae pitak ini menuai kekecewaan dari kepala puskesmas Wae Pitak, Vitalis Jebabun karena selesainya tidak tepat waktu sesuai harapan

“Lambatnya proses pembangunan ini membuat pelayanan kesehatan masyarakat di puskesmas wae pitak ini tidak maksimal karena keterbatasan fasilitas, tidak sesuai harapan” ungkap Vitalis

Vitalis meminta pihak terkait yang menangani proyek tersebut dalam hal ini kontraktor pelaksana untuk secepatnya diselesaikan sehingga pelayanan kesehatan masyarakat dapat berjalan maksimal sesuai SOP

Ia mengatakan bahwa selama proses pembangunan puskesmas tersebut berlangsung, pelayanan kesehatan masyarakat dilaksanakan di fasilitas bangunan yang ada seperti rumah dinas tenaga medis, ruang Pustu lama dan rumah tunggu

Meski demikian Ia tegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan lancar meski dilayani di fasilitas yang tidak memadai

Vitalis menyebut kondisi itu dipahami masyarakat sebab sebelum proyek puskesmas itu dimulai, pihaknya telah menginformasikan kepada masyarakat terkait pemindahan pelayanan kesehatan untuk sementara waktu selama proses pembangunan itu berlangsung, dengan harapan akan kembali memanfaatkan fasilitas gedung baru sesuai target

Namun harapan itu terpaksa harus ditahan sebab proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2025 itu sepertinya tidak bisa selesai tepat waktu

Hingga berita ini diturunkan, tiga pihak yang bertanggung jawab atas proyek puskesmas wae pitak kecamatan kuwus barat kabupaten Manggarai Barat itu baik PPK, Nurcolis, kontraktor pelaksana Hasbulah Saman maupun konsultan pengawas, Silvanus Hambut tetap tidak merespon hal konfirmasi yang telah disampaikan media ini beberapa hari sebelumnya

Media ini tidak mendapat informasi terbaru terkait progres pengerjaan proyek puskesmas wae pitak tersebut karena pihak yang berkompeten untuk menyampaikan hal tersebut tetap bungkam