6 Cabor Dipertandingkan di Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB) Purworejo 2025

Advertisement

PURWOREJO, Pelita.co – Sebanyak enam cabang olahraga (cabor) dipertandingkan dalam gelaran Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB) Purworejo 2025 yang resmi digelar mulai 10 hingga 26 Oktober 2025 di berbagai lokasi di Kabupaten Purworejo.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Porapar) Kabupaten Purworejo, Erlangga Bangun Ibrahim, menjelaskan bahwa kegiatan PORKAB merupakan ajang olahraga kewilayahan yang bertujuan untuk mengembangkan prestasi dan menjaring bibit-bibit atlet potensial dari setiap kecamatan.

“Pekan olahraga ini menjadi wadah pembinaan prestasi di tingkat kabupaten. Kita ingin menjaring pipit-pipit atlet dari wilayah untuk kemudian bisa didorong ke level yang lebih tinggi,” ujar Erlangga Jumat (10/10/2025).

Tahun ini, sebanyak 6 cabang olahraga dipertandingkan, yaitu:
Futsal — 10–12 Oktober 2025 di GOR Sarwo Edhie Wibowo
Catur — 11–12 Oktober 2025 di Pendopo Wakil Bupati
Bulutangkis — 14–16 Oktober 2025 di GSH Purworejo
Tenis Meja — 15–16 Oktober 2025 di PTM Manggala Kutoarjo
Bola Voli — 10–20 Oktober 2025 di Lapangan BSC Kaliboto
Sepak Takraw — 24–26 Oktober 2025 di GOR Sarwo Edhie Wibowo

Advertisement

Erlangga menambahkan, meskipun tahun ini jumlah cabor menurun dari 11 menjadi 6, semangat pelaksanaan tetap tinggi.

“Ada keterbatasan, terutama dari sisi anggaran, namun kami memilih cabang olahraga yang populer dan dekat dengan masyarakat. Harapannya ke depan seluruh cabor bisa difasilitasi,” jelasnya.

Ia juga memastikan bahwa seluruh 16 kecamatan di Kabupaten Purworejo turut berpartisipasi dalam ajang ini. “Hampir semua kecamatan mengirimkan wakilnya di setiap cabor,” imbuhnya.

Sementara itu ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Purworejo, Muhammad Abdullah, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Purworejo atas terlaksananya PORKAB tahun 2025 ini.

“KONI Purworejo memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Pemerintah Daerah, khususnya Dinas Porapar yang tetap konsisten menyelenggarakan ajang ini di tengah keterbatasan anggaran. Ini membuktikan komitmen nyata untuk membina dan memajukan olahraga di tingkat kabupaten,” kata Abdullah.

Menurutnya, PORKAB merupakan ajang penting yang tidak hanya sekadar kompetisi, tetapi juga alat seleksi dan pembinaan berkelanjutan bagi atlet Purworejo.

“Melalui kegiatan ini, kami dari KONI bisa melihat langsung potensi atlet dari setiap kecamatan. Para atlet terbaik akan kami pantau, seleksi, dan bina lebih lanjut untuk menjadi wakil Purworejo di event yang lebih tinggi seperti Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Jawa Tengah yang akan di gelar bulan Oktober tahun 2026,” jelasnya.

Abdullah menambahkan bahwa KONI telah menyiapkan strategi pembinaan jangka menengah pasca-PORKAB, dengan fokus pada peningkatan kualitas pelatih, pendampingan teknik, serta dukungan fasilitas latihan.

“Kami tidak ingin ajang ini berhenti di seremonial. Setelah PORKAB selesai, kami akan bekerja sama dengan masing-masing cabang olahraga untuk melakukan pembinaan berjenjang. Targetnya, Purworejo bisa tampil kompetitif di PORPROV 2026 dan membawa pulang lebih banyak medali,” ujarnya optimistis.

Terkait target medali, Abdullah mengaku masih menunggu hasil kualifikasi dari beberapa cabang olahraga.

“Belum bisa kami tentukan sekarang karena masih ada cabang yang menjalani pra-kualifikasi. Setelah seluruhnya selesai, baru kami evaluasi dan tetapkan cabang prioritas yang memiliki peluang besar meraih medali,” ungkapnya.

Ia juga menyinggung bahwa persiapan menghadapi PORPROV Jawa Tengah 2026 saat ini masih dalam tahap awal pembahasan di tingkat pemerintah daerah dan DPRD Purworejo, terutama terkait anggaran.

“Kegiatan PORPROV memang sudah masuk dalam perencanaan, namun masih menunggu finalisasi APBD. Kami yakin Pemkab dan DPRD akan mengambil keputusan terbaik dengan mempertimbangkan kepentingan pembinaan olahraga jangka panjang,” tutup Abdullah.

Advertisement