PURWOREJO,pelita.co,– Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi turut melepas peserta program Mudik Gratis Lebaran 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Pelepasan pemudik dipusatkan di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin (16/3/2026).
Program mudik gratis ini menyediakan 325 armada bus yang akan mengantarkan pemudik menuju berbagai daerah di Jawa Tengah. Ratusan armada tersebut merupakan hasil sinergi sejumlah pihak, yakni 70 bus dari Pemprov Jateng, 175 bus dari pemerintah kabupaten/kota se-Jawa Tengah, 53 bus dari Bank Jateng, 17 bus dari PT Jasa Raharja, 8 bus dari PT Semen Gresik, 1 bus dari Perum Perumnas, serta 1 bus dari PT Tirta Investama.
Untuk Kabupaten Purworejo, pemerintah daerah bersama Baznas Kabupaten Purworejo menyiapkan lima unit bus guna mengangkut warga yang ingin pulang kampung saat Lebaran tahun ini.
Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi mengatakan, tingginya minat masyarakat terhadap program tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah untuk menambah armada pada tahun mendatang.
“Tahun ini ada lima bus. Mudah-mudahan tahun depan bisa lebih banyak lagi karena daftar tunggu tahun ini sudah mencapai lebih dari 200 orang. Antusiasme masyarakat sangat luar biasa,” kata Dion.
Ia juga berharap ke depan program tersebut tidak hanya melayani arus mudik, tetapi juga dapat menyediakan fasilitas arus balik ke ibu kota bagi para perantau.
“Semoga ke depan kita bisa memberikan pelayanan yang lebih banyak dan lebih baik. Mudah-mudahan juga tidak hanya mudik, tetapi juga tersedia program arus balik,” ujarnya.
Dion hadir dalam kegiatan tersebut didampingi Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Purworejo, Plt Kabag Prokopim, serta Ketua dan Pengurus Pakuwojo (Perkumpulan Keluarga Besar Purworejo).
Ketua Panitia Mudik Gratis Wilayah Purworejo dari Pakuwojo, H Untung Widodo, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Purworejo dan Baznas yang telah mendukung pelaksanaan program mudik gratis tahun ini.
Menurutnya, program tersebut sangat membantu para perantau asal Purworejo, terutama yang bekerja di sektor informal.
“Sebagian besar peserta mudik merupakan pekerja informal seperti pedagang kaki lima. Alhamdulillah program ini sangat membantu. Harapannya tahun depan armadanya bisa lebih banyak, bahkan jika memungkinkan ada fasilitas mudik balik,” katanya.
Salah satu peserta mudik, Budi Rahayu asal Sejiwan, mengaku bersyukur dapat mengikuti program tersebut. Ia menilai mudik gratis sangat membantu masyarakat yang ingin pulang kampung namun memiliki keterbatasan biaya.
“Mudah-mudahan teman-teman yang belum mendapat kesempatan tahun ini bisa ikut di tahun depan,” ujarnya.