Beranda News

Truk Ambles di Niten, PPK 2.5 Ungkap Penyebab dan Siapkan Rigid Beton Usai Lebaran

Ket foto: Truk Tronton yang mengalami ambles ban belakang, Kamis (12/2/2026)

PURWOREJO,pelita.co,– Peristiwa amblesnya truk di ruas jalan wilayah Niten, Kabupaten Purworejo, mendapat penjelasan dari PPK 2.5 Suwarno, ST. Ia menyebut, lokasi tersebut memang sejak lama masuk kategori rawan ambles karena terdapat jalur pipa Pertamina yang ditanam di bawah badan jalan.

Suwarno, Koordinator lapangan PPK 2.5 Bina Marga

Menurut Suwarno, Koordinator lapangan PPK 2.5 Bina Marga, pemasangan pipa Pertamina dilakukan di bahu jalan sisi kanan jika dari arah Purworejo menuju wilayah Pendowo hingga Don Bosco, dengan panjang kurang lebih 4 kilometer. Dalam proses pengembaliannya, metode pemadatan tanah dilakukan secara periodik dan menunggu lapisan di atas pipa mengeras secara alami.

“Metode mereka memang tidak dipadatkan langsung secara penuh. Pemadatan dilakukan bertahap, menunggu lapisan di atas pipa mengeras alami. Tapi dulu kami sempat mengamati, bagian atas tetap harus benar-benar padat, karena lokasi itu rawan ambles,” jelas Suwarno saat ditemui di kantornya, Kamis (12/2/2026).

Ia mengakui, dari Pendowo hingga Don Bosco memang beberapa kali terjadi amblesan. Kejadian terbaru diduga karena kendaraan bertonase berat terlalu menepi hingga melintasi bahu jalan yang struktur tanahnya belum sepenuhnya stabil. Terlebih, lokasi tersebut berada di simpang tiga Niten yang kerap dilalui kendaraan besar.

“Imbauan kami, khusus kendaraan bertonase berat agar tidak terlalu menepi. Karena bahu jalan di lokasi itu memang rawan,” tegasnya.

Meski demikian, Suwarno memastikan bahwa pada tahun ini sudah ada program penanganan permanen di sejumlah titik rawan. Ruas dari Don Bosco menuju Krendetan, tepatnya di depan Pasar Krendetan, akan dilakukan rigid beton. Begitu pula ruas dari Cengkawak menuju depan kantor akan diperkuat dengan rigid beton.

“Insya Allah setelah dilakukan rigid beton dan bahu jalan diperkeras, kejadian seperti ini tidak akan terulang,” ujarnya.

Saat ini, pihaknya masih melakukan pengembalian kondisi sementara dengan menutup dan memperbaiki lubang sesuai standar teknis. Namun untuk pekerjaan besar seperti rigid beton, pelaksanaan dijadwalkan setelah Lebaran guna menghindari kemacetan akibat sistem buka-tutup jalan.

“Kalau dikerjakan sekarang, khawatir saat arus Lebaran terjadi kemacetan. Jadi kita jadwalkan setelah Lebaran,” jelasnya.

Untuk durasi pekerjaan, diperkirakan memakan waktu sekitar 4 hingga 5 bulan tergantung panjang penanganan per kilometer. Secara keseluruhan, program ini bersifat multi-years, namun percepatan tetap diupayakan agar penanganan bisa segera dirasakan masyarakat.

Dengan adanya penanganan permanen tersebut, diharapkan ruas jalan rawan ambles di wilayah Purworejo bisa lebih aman dan nyaman dilalui, terutama bagi kendaraan berat yang setiap hari melintas di jalur tersebut.