Beranda News

SMK VIP Ma’arif NU 1 Kemiri Sekolah Berbasis Pesantren dengan Sistem Kedisiplinan dan Kepedulian Sosial yang Terpadu

PURWOREJO, pelita.co,— SMK VIP Ma’arif NU 1 Kemiri terus menunjukkan eksistensinya sebagai sekolah menengah kejuruan berbasis pesantren yang unggul, dengan mengedepankan kedisiplinan, karakter keagamaan, serta keterlibatan aktif siswa dalam berbagai kegiatan sekolah.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Arsyad Wiyanto, S.Pd., Gr,

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Arsyad Wiyanto, S.Pd., Gr., menyampaikan bahwa struktur organisasi siswa di sekolah ini dirancang secara sistematis guna mendukung proses pembinaan karakter dan tanggung jawab sosial para pelajar.

Ia menjelaskan bahwa SMK VIP membentuk beberapa satuan tugas siswa, seperti Pasukan Khusus (Pasus), Dewan Ambalan Pramuka, serta organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).

“Pasus bertugas membantu menjaga ketertiban, misalnya menertibkan siswa yang terlambat atau tidak lengkap seragamnya,” jelasnya saat ditemui di sekolah Selasa (3/6/2025). Arsyad menambahkan mereka juga membantu proses administrasi dan kedisiplinan, serta aktif mendampingi kegiatan penerimaan peserta didik baru.

Dewan Ambalan, lanjutnya, fokus pada kegiatan kepramukaan, terutama saat ada kegiatan perkemahan maupun agenda kesakaan dari Polres seperti Saka Bhayangkara. Sementara itu, IPNU- IPPNU menjadi pilar utama dalam pembinaan keagamaan di lingkungan sekolah.

“Mereka bertugas mengoordinasikan tadarus pagi, nadhom Asmaul Husna sebelum pulang, hingga sholat duha dan dzuhur berjamaah di masjid,” tambahnya.

Menariknya, setiap satuan tugas siswa memiliki identitas warna tali kur kepengurusan yang berbeda, yaitu oranye untuk Pasus, cokelat untuk Dewan Ambalan, hijau untuk IPNU–IPPNU, dan biru muda untuk OSIS. Total terdapat sekitar 40 siswa pengurus aktif, umumnya dari kelas XI yang sedang bersiap naik ke kelas XII.

SMK VIP Ma’arif NU 1 Kemiri memiliki keunikan tersendiri yang tercermin dari nama sekolahnya. “VIP bukan hanya singkatan dari Versi Important Person, tetapi juga Versi Integrasi Pesantren, yang berarti penggabungan kurikulum dinas pendidikan dengan kurikulum khas pondok pesantren,” tutur Arsyad. Para siswa tidak hanya mendapatkan pelajaran umum, tetapi juga rutin belajar agama langsung dari para kyai, termasuk kitab kuning, fiqih, tauhid, akhlak, bahasa Arab, dan pelajaran ke-NU-an. Bahkan para kyai tersebut, masuk ke kelas dengan mengenakan sarung sebagai ciri khas mereka. Ini yang membedakan dengan sekolah lainnya.

Saat ini, SMK VIP memiliki tiga jurusan yaitu Teknik Otomotif Elektronik, Desain Komunikasi Visual, dan Akuntansi, dengan total siswa sebanyak 855 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 30% adalah santri mukim yang berasal dari berbagai daerah seperti Sumatra, Kalimantan, Lampung dan lainnya. Mereka tinggal di pesantren karena tidak memiliki keluarga di sekitar Purworejo.

Sekolah ini juga berpartisipasi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sangat diapresiasi oleh siswa dan guru. “Anak-anak merasa senang karena tidak perlu membawa bekal dari rumah. Mereka cukup membawa sendok dan bisa menikmati makan siang bersama,” jelas Arsyad. Program ini diharapkan mampu meningkatkan semangat dan konsentrasi belajar siswa karena kebutuhan gizi mereka terpenuhi.

“Anak-anak jadi lebih ceria dan semangat. Guru-guru pun merasa terbantu karena tidak perlu khawatir anak-anak kelaparan,” tambahnya. Saat ini, total tenaga pendidik dan karyawan di SMK VIP berjumlah 55 orang yang mendukung penuh semua kegiatan pembelajaran dan pembinaan siswa.

Dengan berbagai program unggulan dan semangat pembinaan karakter berbasis pesantren, SMK VIP Ma’arif NU 1 Kemiri siap mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara spiritual dan sosial.