PURWOREJO, pelita.co – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Kabupaten Purworejo di kancah internasional. Nafisa Ashyla Rahma, siswi kelas 7D SMP Negeri 2 Purworejo, berhasil meraih Juara 2 (Silver Medal) dalam ajang E-Ring International Research Competition 2025 yang digelar secara daring (online).
Kompetisi riset internasional tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai negara, di antaranya Inggris, Korea Selatan, dan negara-negara lain. Uniknya, lomba yang biasanya diperuntukkan bagi mahasiswa ini tahun ini juga membuka kategori untuk pelajar tingkat SMP dan SMA.
Nafisa mengikuti rangkaian seleksi sejak 20 Oktober 2025. Pada tahap awal, ia tergabung dalam satu tim bersama lima peserta lintas jenjang pendidikan, terdiri dari siswa SMP, SMA, serta mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Dalam kelompok tersebut, Nafisa menjadi satu-satunya perwakilan dari tingkat SMP.
Dalam tahap selanjutnya, Nafisa melaju ke kategori individu dengan mengangkat proyek berjudul Bio Aromatherapy Candle, yakni inovasi pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi ramah lingkungan. Proyek tersebut dipresentasikan dalam bahasa Inggris dengan metode storytelling di hadapan dewan juri internasional.
“Awalnya saya tidak terlalu berharap bisa menang karena pesertanya banyak mahasiswa dan dari luar negeri. Tapi saya ingin mencoba dan membanggakan sekolah,” ujar Nafisa saat ditemui di SMPN 2 Purworejo. Jamat ( 6/2/2026).
Ia mengaku proses pengerjaan proyek memakan waktu cukup panjang, sekitar dua hingga tiga bulan. Tantangan juga muncul karena harus membagi waktu antara persiapan lomba dan kegiatan sekolah lainnya.
“Sempat bingung membagi waktu karena bersamaan dengan kegiatan sekolah. Tapi orang tua saya selalu memberi semangat, katanya dicoba dulu saja, menang atau kalah yang penting berani mencoba,” tambahnya.
Nafisa menyebut ide proyek berasal dari sang ibu, Eti Wahyuningsih, seorang guru SD di MIN 1 Bener, Purworejo yang sebelumnya pernah mengembangkan proyek serupa terkait pengolahan limbah rumah tangga menjadi produk ramah lingkungan.
“Ibu saya pernah membuat eco-enzyme, sabun, dan lilin dari bahan limbah. Dari situ saya tertarik mengembangkan jadi proyek riset,” jelas Nafisa.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 2 Purworejo, Sutarto, mengaku bangga atas capaian siswinya tersebut. Menurutnya, prestasi Nafisa menjadi bukti bahwa pelajar daerah juga mampu bersaing di tingkat internasional.
“Kami sangat mengapresiasi prestasi Nafisa. Ini menjadi motivasi bagi siswa lain untuk berani bermimpi dan berkompetisi di level global. Sekolah akan terus mendukung pengembangan minat dan bakat peserta didik,” ungkap Sutarto.