PURWOREJO, pelita.co – Menjelang arus mudik dan perayaan Idul Fitri, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Damkar Kabupaten Purworejo menyiapkan sejumlah langkah pengamanan. Hal itu disampaikan Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Purworejo, Siswantoro Dwi Nugroho, usai rapat koordinasi lintas instansi, Rabu (25/2/2026).
Siswantoro menjelaskan, rapat tersebut membahas persiapan pendirian pos terpadu, pos pelayanan, dan pos pengamanan untuk menyambut warga yang mudik ke Purworejo.
“Dari Satpol PP ada empat pos yang akan kita dirikan. Kemudian dari Polri ada tambahan dua pos pelayanan, dan dari pariwisata juga ada dua pos di lokasi wisata. Tadi juga sudah kita bahas plotting personel yang akan mengisi masing-masing pos,” ujar Siswantoro ,Saat ditemui usai rapat Rabu (25/2/2026).
Ia menyebutkan, satu pos terpadu akan ditempatkan di samping BRI Kutoarjo dan menjadi pos paling lengkap dari sisi fasilitas maupun personel. Selain itu, Satpol PP juga akan mengisi pos di wilayah Krendetan dan jalur selatan Nampurejo. Untuk penempatan detail personel di sejumlah titik, masih menunggu pengaturan dari pihak kepolisian.
Posko pengamanan Lebaran dijadwalkan mulai beroperasi H-7 hingga H+7 Idul Fitri.
Dalam operasi pengamanan, Satpol PP akan berfokus pada menjaga ketenteraman dan ketertiban umum selama Ramadan dan Lebaran. Pengawasan terhadap peredaran minuman keras (miras) dan praktik prostitusi menjadi perhatian khusus.
“Rencana operasi gabungan bersama Polres sudah ada, termasuk penertiban miras dan potensi prostitusi. Waktunya masih diatur ulang, tetapi Satpol PP juga akan bergerak jika ada laporan dari masyarakat,” tegasnya.
Terkait prostitusi online, Siswantoro mengaku belum menerima laporan khusus. Namun, pihaknya tetap memberi perhatian pada sejumlah tempat kos yang berpotensi disalahgunakan.
“Kami belum bisa menyampaikan detail karena jangan sampai menjadi fitnah. Tapi ini menjadi perhatian bersama, termasuk kepolisian,” katanya.
Sementara itu, terkait pedagang kaki lima (PKL) selama Ramadan, ia menjelaskan bahwa tidak ada zona khusus Lebaran. Area yang dilarang tetap sama, seperti di sekitar Alun-alun Purworejo dan Alun-alun Kutoarjo.
Namun, beberapa lokasi diperbolehkan untuk berjualan, seperti di depan Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) dan depan PMI. Ia mengakui, selama Ramadan banyak pedagang memanfaatkan momentum untuk mencari rezeki.
“Yang penting jangan sampai mengganggu lalu lintas dan membahayakan pengguna jalan maupun pedagang itu sendiri,” ujarnya.
Siswantoro mengakui masih terjadi pelanggaran, terutama di sekitar alun-alun, yang kerap terjadi aksi “kucing-kucingan” antara petugas dan pedagang. Meski demikian, Satpol PP mengedepankan pendekatan preventif dan humanis.
“Kita harus menegakkan aturan, tapi juga memahami bahwa ini momentum ekonomi bagi mereka. Jadi kita lakukan secara preventif, bukan represif. Walaupun capek, kita tidak boleh lelah demi ketertiban di Kabupaten Purworejo,” pungkasnya.