
MANGGARAI NTT, Pelita.co- Posko penanggulangan bencana kecamatan Langke Rembong kabupaten Manggarai NTT yang melibatkan para ASN Pemerintah Kecamatan Langke Rembong, DP2KB, DP3A dan 20 Kelurahan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak gempa
Jumat 21 Agustus 2026, Posko ini kembali menyalurkan bantuan sembako dan kebutuhan lain kepada warga terdampak di 9 Kelurahan di kecamatan Langke Rembong, yaitu Kelurahan Bangka Leda, Carep, Golo Dukal, Laci Carep, Mbaumuku, Rowang, Satar Tacik, Tenda, dan Kelurahan Wali
Bantuan tersebut disalurkan melalui Pemerintah Kelurahan berupa beras, mie instan, telur, minyak goreng, air minum, biskuit, gula, susu anak, buah dan terpal
Kepala DP2KB, Maria Yustina Diana Baru, Camat Langke Rembong, Eremius Gonza Gau tampak berada di posko memantau proses penyaluran bantuan yang diterima langsung oleh para Lurah itu
Para ASN lain juga tampak sibuk mengemas dan mengatur barang bantuan tersebut
Tidak menunggu lama, para lurah membawa bantuan penting itu kepada warganya
Baca Juga: Rayakan HUT Lantas Bhayangkara Ke 71, Satlantas Polres Manggarai Berkomitmen Tingkatkan Pelayanan
Hingga hari kelima pasca gempa 15 Agustus 2026 lalu, posko tersebut telah menyalurkan total 7,23 ton beras, mie instan 654 dos, telur 919 papan, minyak goreng bimoli 746 liter, terpal 10 lembar, tikar 113 lembar, selimut 170 lembar, Aqua 100 dos, gula 156 kg, susu anak 344 kotak, biskuit 93, buah 92 kg, kotak kesehatan 10 kotak
Penyaluran bantuan tersebut sekaligus membantah tudingan yang menyebut ASN tidak melakukan aksi nyata pasca peristiwa memilukan ini
Camat Langke Rembong membantah tudingan itu dan menyebut ASN telah bekerja sejak gempa itu terjadi
”Perlu kami jelaskan terkait berita yang beredar bahwa yang bekerja dalam penanganan gempa Flores yang berdampak di kabupaten Manggarai hanya TNI, Polri dan Tenaga Kesehatan. Ada pertanyaan di situ, ke mana ASN lain atau ASN lain kerja apa” ungkap Gonza
Ia mengaku bahwa sebagai ASN di kecamatan Langke Rembong tidak menerima pernyataan itu
Gonza menegaskan bahwa ASN telah bekerja sejak hari peristiwa gempa itu terjadi pada Sabtu 15 Agustus 2026 lalu, di mana pihaknya berkantor di posko kabupaten
Sehari setelah itu membangun posko penanganan bencana kecamatan yang awalnya di kantor kecamatan Langke Rembong, namun kemudian memutuskan pindah ke kantor DP2KB karena kondisi kantor kecamatan yang tidak memungkinkan
Kadis DP2KB, Diana Baru menjadi koordinator posko tersebut
Sejak saat itu, para ASN dari beberapa instansi yang tergabung dalam posko tersebut melakukan pendataan warga terdampak lalu diberikan bantuan berupa sembako
Gonsa memastikan semua warga terdampak sudah terdata dan mendapat bantuan
Namun demikian Gonza tidak menampik jika ada warga terdampak yang belum terdata dan belum mendapat bantuan
Sementara itu Koordinator posko penanganan bencana Langke Rembong yang juga merupakan Kepala DP2KB, Diana Baru memastikan bantuan akan terus berlanjut selama masa tanggap darurat beberapa waktu ke depan
Warga yang belum terdata dan belum mendapatkan bantuan itu tambahnya tidak perlu khawatir sebab pihaknya akan melakukan verifikasi dan validasi data setiap hari sehingga tetap mendapat bantuan
”Ke depan prinsipnya kita selalu siaga dalam merespons warga terdampak selama masa tanggap darurat ini. Warga masyarakat terdampak tidak perlu khawatir belum mendapatkan bantuan karena setiap hari kami lakukan verifikasi dan validasi data warga terdampak” ungkap Diana
Ia mengingatkan masyarakat yang belum mendapatkan bantuan agar berkoordinasi dengan posko dan pemerintah kelurahan
Proses pendistribusian bantuan tersebut berjalan aman dan lancar













