Brebes, PELITA.CO – Komitmen menciptakan pemberdayaan yang inklusif terus diwujudkan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Bersama Mandiri Taspen, PNM Cabang Tegal menggelar Program Vokasi Disabilitas di Gedung Islamic Center Brebes sebagai upaya membuka akses keterampilan dan peluang kerja bagi penyandang disabilitas.
Program ini hadir sebagai jawaban atas masih terbatasnya akses pelatihan dan kesempatan kerja yang dihadapi banyak penyandang disabilitas di Indonesia. Padahal, mereka memiliki potensi, kemampuan, dan semangat yang sama untuk berkembang serta berkontribusi dalam pembangunan ekonomi masyarakat.
Sebanyak 30 peserta dari komunitas difabel Kabupaten Brebes dan sekitarnya mengikuti pelatihan keterampilan menjahit dengan skema Operator Jahit Sepatu yang difasilitasi oleh Ruang Amal Indonesia. Selama lima hari, para peserta akan mendapatkan pembekalan teknis yang dirancang sesuai kebutuhan industri.
Tak hanya memperoleh keterampilan, para peserta juga memiliki kesempatan untuk mengikuti proses penempatan kerja pada perusahaan industri sepatu yang beroperasi di wilayah Brebes setelah menyelesaikan pelatihan.
Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan PNM dalam memperluas jangkauan pemberdayaan masyarakat. Selama ini PNM dikenal aktif mendampingi perempuan prasejahtera dan pelaku usaha ultra mikro. Kini, semangat tersebut diperluas dengan menghadirkan ruang pengembangan kapasitas bagi penyandang disabilitas agar memiliki kesempatan yang setara dalam meraih kemandirian ekonomi.
Bagi para peserta, pelatihan ini menjadi lebih dari sekadar transfer keterampilan. Program tersebut menghadirkan harapan baru untuk masa depan yang lebih baik dan lebih mandiri.
Baca Juga: Viral Bus Rute Cilegon-Cikande Angkut Penumpang di Bagasi, Ini Tanggapan Polda Banten
“Selama ini kami sering merasa kesempatan kerja itu terbatas. Melalui pelatihan ini, kami mendapatkan ilmu baru sekaligus kepercayaan diri bahwa kami juga mampu bekerja dan berkarya. Semoga setelah pelatihan ini kami bisa mendapatkan pekerjaan dan membantu keluarga,” ujar salah satu peserta Program Vokasi Disabilitas, Selsa (23/6/2026).
Pemimpin PNM Cabang Tegal, Sutanto, menegaskan bahwa pemberdayaan yang berkelanjutan harus mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas yang masih menghadapi berbagai tantangan dalam mengakses dunia kerja.
“Setiap orang memiliki potensi untuk berkembang apabila diberikan kesempatan dan akses yang tepat. Melalui program ini, kami berharap peserta tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga memiliki peluang yang lebih besar untuk mandiri, berkarya, dan meningkatkan kualitas hidupnya. Kami percaya pemberdayaan yang inklusif akan menciptakan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” kata Sutanto.
Melalui kolaborasi antara PNM dan Mandiri Taspen, program ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menciptakan ekosistem pemberdayaan yang inklusif dan berkeadilan. Sebab, di balik setiap keterbatasan terdapat potensi besar yang dapat tumbuh ketika kesempatan dibuka dan dukungan diberikan.
Program Vokasi Disabilitas di Brebes menjadi bukti bahwa akses keterampilan dan kesempatan kerja yang setara mampu menjadi jembatan bagi penyandang disabilitas untuk menatap masa depan yang lebih mandiri, produktif, dan bermartabat.
