Pemkab Manggarai Ungkap Perkembangan Penanganan Terhadap Warga Terdampak Gempa

Pemkab Manggarai Ungkap Perkembangan Penanganan Terhadap Warga Terdampak Gempa
Bupati Manggarai NTT, Herybertus G. L. Nabit (kedua dari kanan)

MANGGARAI NTT, Pelita.co- Pemerintah daerah kabupaten Manggarai menyampaikan perkembangan serta upaya penanganan terhadap masyarakat terdampak gempa yang terjadi pada Sabtu 15 Agustus 2026 lalu

Dalam konferensi pers kamis 20 Agustus 2026 di Ruteng, Bupati Manggarai Herybertus Nabit menyampaikan bahwa 28 orang meninggal dunia akibat gempa magnitudo 7,7 itu

Dari jumlah tersebut, 24 orang meninggal akibat tertimpa reruntuhan bangunan dan ada yang meninggal setelah beberapa hari perawatan

”Sampai pagi ini jumlah korban yang meninggal dunia 28 orang. Dari 28 ini, 24 tertimpa reruntuhan bangunan, ada yang meninggal pada hari kejadian, ada yang karena keterbatasan fasilitas kesehatan kemudian meninggal setelah beberapa hari perawatan” ungkapnya

Sementara itu 32 orang alami luka berat dan 104 mengalami luka ringan. Para korban luka ini sedang dalam perawatan di fasilitas kesehatan, baik di puskesmas maupun di rumah sakit

Lebih lanjut Hery Nabit mengatakan bahwa 25 puskesmas di kabupaten Manggarai sehingga pelayanan terpaksa dilakukan di halaman puskesmas masing masing

Baca Juga: Rayakan HUT Lantas Bhayangkara Ke 71, Satlantas Polres Manggarai Berkomitmen Tingkatkan Pelayanan

Hery Nabit juga mengatakan bahwa rumah sakit lapangan juga telah dibangun di stadion Golo DukaI

Rumah sakit lapangan ini dibangun atas keputusan bersama Menko Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan (PMK) dan Menteri Kesehatan (Menkes)

Rumah sakit lapangan tersebut tambahnya sudah beroperasi sejak kemarin (19/08) dan telah berhasil menyelesaikan operasi satu pasien

Ia berharap proses pemindahan peralatan dari rumah sakit umum daerah Ruteng bisa berjalan lancar

”Kami berharap bahwa proses pemindahan sebagian peralatan dari rumah sakit umum Ruteng ke rumah sakit lapangan bisa berjalan lancar pada hari ini dan kita targetkan selesai sampai pada hari Jumat mendatang

Hery Nabit mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik meskipun pihaknya telah mendapat informasi dari BMKG bahwa gempa bumi susulan masih akan berlangsung hingga 3 sampai 4 Minggu ke depan

Baca Juga: Kunjungi Manggarai, Ketua Umum IGTKI Berikan Penguatan Dan Menyerahkan Bantuan Kepada Guru TK Terdampak Gempa Flores

Informasi itu tidak untuk membuat masyarakat panik tetapi agar selalu waspada sebab tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi

Berkaitan dengan itu Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh dengan berita yang tidak bersumber dari BMKG atau pemerintah sebab berita seperti itu dipastikan hoaks

Para pegiat media sosial diminta untuk tidak membagikan informasi yang sumbernya tidak terverifikasi kebenarannya

Terkait bantuan, Hery Nabit menyampaikan bahwa dari 12 kecamatan, 11 di antaranya telah didistribusikan bantuan sedangkan satu kecamatan ungkapnya tidak terdampak

Pemerintah tambahnya telah mendistribusikan 31 ton beras ke wilayah terdampak uang dilakukan pada Rabu 19 Agustus 2026

Sembako lain selain beras yang juga sudah disalurkan mie instan, telur, air mineral serta susu untuk bayi dan balita

Pemerintah akan kembali mendistribusikan 50 ton beras mulai Kamis hingga Jumat mendatang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang masih kekurangan

Namun demikian Ia mengakui jumlah tersebut belum mencukupi seluruh kebutuhan masyarakat terdampak karena itu masyarakat diminta untuk bersabar

“31 ton dan 50 ton tentu belum cukup. Kami mohon masyarakat bersabar menerima apa yang ada dalam kondisi keterbatasan ini” ungkapnya

Untuk mempermudahkan pelayanan dan pendistribusian bantuan, Pemkab Manggarai menetapkan dua posko utama, yakni posko pusat di Ruteng ibu kota kabupaten dan posko Reo untuk pelayanan wilayah utara yang paling terdampak yaitu Kecamatan Reok, Reok Barat, Cibal, Cibal Barat, Wae Ri`i dan Rahong Utara

Karena itu sebagian logistik dipusatkan di posko Reo

“Logistik di Reo bukan hanya untuk Kecamatan Reo. Itu untuk masyarakat di wilayah utara Manggarai.”

Untuk kelancaran pendistribusian dan penanganan di wilayah Utara ini Ia meminta masyarakat di sepanjang jalur nasional Ruteng-Reo untuk tidak menghalangi kendaraan pengangkut bantuan

Hery Nabit memastikan tidak ada masyarakat yang dianaktirikan

“Tidak ada wilayah yang dianak-emaskan atau dianak-tirikan. Kami hanya menentukan prioritas berdasarkan tingkat dampak” ujarnya

Menurut dia, wilayah yang mengalami kerusakan paling parah harus mendapatkan penanganan lebih cepat, bukan berarti mendapatkan bantuan lebih banyak dibandingkan wilayah lainnya

Pemerintah juga telah mendistribusikan bantuan sembako dari Presiden

Dari total 5.000 paket yang tersedia, sebanyak 4.500 paket telah disalurkan. Pemerintah menargetkan 500 paket sisanya selesai didistribusikan Kamis ini

Pemkab Manggarai akan kembali mengajukan permintaan bantuan sembako Presiden kepada pemerintah pusat

Hery Nabit memastikan kebutuhan masyarakat di pengungsian akan terus diupayakan melalui pemerintah daerah maupun koordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi, termasuk BNPB.