Beranda News

Pemeliharaan Jalan Betonisasi di Griya Aster Legok Desa Caringin Jadi Sorotan Publik, Camat: Kami Tugaskan Pengawas Lakukan Pengecekan 

Proyek kegiatan Pemeliharaan Jalan Beton di Perumahan Griya Aster, Rt. 004/005 Desa, Caringin Kecamatan. Legok Kabupaten Tangerang,(dok ist)

TANGERANG, Pelita.co – Proyek kegiatan Pemeliharaan Jalan Beton di Perumahan Griya Aster, Rt. 004/005 Desa, Caringin Kecamatan. Legok Kabupaten Tangerang dikeluhkan warga setempat, lantaran diduga dikerjakan asal-asalan dan diduga tak sesuai spesifikasi. Sabtu, (20/09/2025).

Pasalnya, warga setempat sangat menyayangkan dengan adanya proyek Betonisasi Pemeliharaan Jalan beton di RT 004 RW 005 Desa Caringin diduga terkesan asal jadi tanpa memikirkan kualitas.

“Parah ini kerjaannya, masa baru beberapa minggu suda retak-retak begini,” Ujar warga setempat yang enggan disebutkan namanya.

Bahkan warga pun meminta kepada instansi terkait untuk tidak membayar kontraktor jika betonisasi jalan tersebut tidak segera di perbaiki.

“Kalau belum di perbaiki mending jagan di bayar pengerjaan begini mah,” Ucap warga.

Sementara, Kasi pelayanan Kecamatan Legok Nurbaeti saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp menyampaikan melalui pesan tertulisnya, terimakasih infonya bang, koordinasi dengan pengawas y.

” koordinasi dengan pengawas y” singkatnya. Sabtu (20/09).

Camat Legok selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) kecamatan saat dikonfirmasi terkait kegiatan Jalan Beton di Perum Griya Aster, Rt. 004/005 Desa Caringin, Kecamatan. Legok yang baru berapa Minggu selesai pengerjaannya, namu sudah retak-retak dirinya sangat berterima kasih terkait adanya kejanggalan dalam pelaksanaan betonisasi tersebut yang diduga kurang maksimal tersebut.

“Baik terima kasih bang atas informasi berita, nanti kami tugaskan pengawas untuk melakukan pengecekan kembali ke lokasi fisiknya.” Tulisnya melalui pesan singkat. Minggu (21/09).

Dari hasil penelusuran Awak Media di lokasi, memang terlihat jelas Betonisasi tersebut pada retak-retak diduga tak sesuai spesifikasi, ironisnya menurut informasi warga setempat pengecoran jalan tersebut baru hitungan Minggu selesai dikerjakan.

Seharusnya proyek yang dibiayai oleh pemerintah itu bisa dikerjakan lebih Profesional dan lebih mengedepankan kualitas, diduga ingin meraup keuntungan lebih banyak.

Jika mengurangi volume atau kualitas seperti itu, tentu yang dirugikan bukan saja negara, tapi dampaknya kepada masyarakat yang nantinya menerima manfaat dari jalan tersebut.

Sampai berita ini dimuat pihak kontraktor maupun pengawas terkait belum dapat dikonfirmasi.