Beranda News

Pembangunan Balai Warga di Cisauk Diduga Tak Sesuai Spek, Publik Minta Dinas Terkait Lakukan Pengawasan

Pembangunan Balai Warga di Cisauk Diduga Tak Sesuai Spek, Publik Minta Dinas Terkait Lakukan Pengawasan
Proyek Kegiatan ‎Pembangunan balai warga di Kampung Malahpar, RT 10 RW 04, Desa Dangdang, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang,(dok ist)
Advertisement

‎TANGERANG, Pelita.co – ‎Pembangunan balai warga di Kampung Malahpar, RT 10 RW 04, Desa Dangdang, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, kembali menuai sorotan setelah ditemukan sejumlah indikasi ketidaksesuaian teknis di lapangan. Proyek yang menelan anggaran sekira Rp120 juta tersebut diduga tidak diterapkan sesuai spesifikasi yang seharusnya.

‎Dalam pantauan awak media dan LSM pada Senin (24/11/2025), terlihat penggunaan material besi yang diduga tidak sesuai ukuran standar konstruksi. Besi yang seharusnya menggunakan diameter tertentu untuk menjamin kekuatan struktur, tampak lebih kecil dari standar teknis dan terkesan asal pasang.

‎Selain itu, papan informasi publik sebagai bentuk transparansi penggunaan anggaran negara juga nihil ditemukan di lokasi pekerjaan. Padahal, keberadaan papan informasi merupakan kewajiban dalam setiap pekerjaan pembangunan yang bersumber dari uang negara.

Sementara, Wahyu selaku pemilik lahan (tanah) mengatakan saat dikonfirmasi kepada awak media beliau hanya menyediakan tempat atau lahan sedangkan pemborong proyek tersebut yaitu Soleh,” Saya hanya menyediakan tempat atau lahan saja, kalau untuk pemborong nya Soleh, rencana nya sih mau dipakai untuk pengajian anak-anak remaja sini,” Ujar Wahyu pada saat di lokasi. Senin (24/11).

Menanggapi hal itu ‎Sekretaris LSM KOMPARASI ( Komite Pemerhati Aspirasi Rakyat Indonesia), Junaedi , angkat bicara menanggapi dugaan penyimpangan tersebut.

Terlihat penggunaan material besi yang diduga tidak full sesuai ukuran standar konstruksi. (dok ist)


‎ “Ini proyek negara, bukan proyek main-main. Kalau besi saja sudah diduga tidak sesuai spek, itu jelas membahayakan dan merugikan masyarakat, ” Ujar Juned

‎Ia pun menyoroti ketiadaan Papan keterbukaan informasi publik (KIP) di lokasi tidak terpasang, Dan akan mendesak dinas terkait untuk melakukan penegasan kepada Kontraktor,

‎” Ketiadaan papan informasi masih saja menjadi cerita klasik , Dan ini menjadi bukti yang menunjukkan lemahnya transparansi. Kami minta instansi terkait jangan tutup mata, Jangan sampai anggaran kisaran Rp120 juta ini berubah jadi bangunan bancakan hanya karena permainan oknum.” Tandas Nya

‎Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana maupun dinas terkait mengenai dugaan ketidaksesuaian teknis tersebut.

‎Dengan temuan awal yang mencolok dan dugaan kuat adanya ketidaksesuaian spek, Publik menunggu langkah dan tindakan tegas dari Dinas DTRB kabupaten Tangerang, Jika pengawasan hanya sebatas kalimat tanpa turun ke lapangan, maka pembangunan yang dibiayai dari uang rakyat hanya akan menjadi monumen pemborosan dan sia sia.

Advertisement
Advertisement