TANGERANG, Pelita.co – Sorotan terhadap pekerjaan proyek saluran pembuangan air langsung (U-ditch) di Kampung Rawa Buaya RT 001/004, Kelurahan Medang, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, terus bergulir. Setelah temuan lapangan menunjukkan dugaan pemasangan U-ditch tanpa pasir urug atau hamparan dasar, pihak terkait justru memilih bungkam tanpa memberikan penjelasan apa pun.
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada satu pun klarifikasi dari instansi maupun pihak pelaksana proyek. Upaya konfirmasi yang dilakukan tim pelita.co tidak memperoleh tanggapan. Pihak terkait terkesan menutup diri dan tidak memberikan jawaban, meski pekerjaan tersebut berada di ruang publik dan bersumber dari anggaran negara.
Kondisi ini memicu pertanyaan besar mengenai transparansi pekerjaan dan pemenuhan standar teknis di lapangan. Apalagi, sebelumnya pantauan menunjukkan beton U-ditch dipasang langsung di atas tanah galian tanpa adanya pasir urug yang menjadi syarat penting untuk stabilitas struktur.
Selain itu, di lokasi proyek juga tidak ditemukan papan informasi kegiatan, sehingga publik tidak mengetahui nilai anggaran, sumber dana, masa pekerjaan, atau siapa pelaksananya. Transparansi dianggap hilang di pekerjaan ini.
Ketua DPD LSM LipanHam Jepri kembali menegaskan perlunya instansi terkait memberikan keterangan terbuka.
“Mereka wajib menjelaskan. Proyek ini menggunakan uang negara, jadi publik berhak tahu. Ketika pihak terkait bungkam, justru menambah kuat dugaan bahwa ada indikasi yang tidak beres dalam pelaksanaannya,” tegas Jepri
Ia menambahkan, sikap diam pihak pelaksana justru dapat memperburuk kepercayaan publik terhadap kualitas pembangunan di wilayah Kabupaten Tangerang.
“Kami dari LSM LipanHam akan melanjutkan pemantauan dan bersiap melayangkan surat resmi. Tidak boleh ada ketertutupan dalam setiap pekerjaan fisik,” ujarnya.
Sementara itu, pak jon salah satu pekerja saat di lokasi kegiatan pemasangan U-ditch mengatakan, kalau pelaksana nya tidak pernah datang, dan papan proyek kegiatan juga belum di kasih jadi belum di pasang, ” terkait amparan pasir urug untuk lantai dasar juga tidak ada saya hanya pekerja disuruh nya begitu.” Ucapnya. Minggu (16/11).
warga sekitar berharap proyek tersebut dilaksanakan sesuai standar, agar tidak menimbulkan persoalan baru seperti retakan, pergeseran U-ditch, atau kerusakan saluran di kemudian hari.