PURWOREJO,Pelita.co – Pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026 yang digelar selama dua pekan, 2–15 Februari 2026, resmi berakhir. Selama operasi berlangsung, situasi lalu lintas di wilayah hukum Polres Purworejo terpantau aman dan kondusif tanpa adanya kecelakaan lalu lintas yang bersifat fatal maupun menonjol.
Ipda Teguh Priono selaku Kaur Mintu saat ditemui mewakili Kasatlantas Polres Purworejo AKP Arta Dwi Kusuma menjelaskan, capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.
“Selama operasi tidak ada kejadian laka lantas menonjol. Beberapa insiden yang terjadi hanya bersifat ringan dan dapat ditangani dengan baik oleh Unit Gakkum,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).
Menurutnya, keberhasilan ini tak lepas dari strategi operasi yang lebih mengedepankan langkah preemtif dan preventif. Edukasi kepada masyarakat dilakukan secara masif melalui kegiatan pembinaan dan penyuluhan (binluh), Dikmas Lantas, serta pemasangan spanduk dan baliho imbauan di titik-titik strategis, termasuk kawasan rawan kecelakaan.
Pendekatan humanis juga menjadi kunci dalam operasi tahun ini. Petugas tidak fokus pada penindakan, melainkan membangun kesadaran bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan kebutuhan bersama.
“Kami lebih menekankan edukasi. Penegakan hukum tetap ada, tetapi dilakukan secara selektif melalui sistem ETLE,” jelasnya.
Dari hasil penindakan elektronik tersebut, jumlah pelanggaran yang terekam tergolong minim, bahkan kurang dari 100 kasus dan menurun dibandingkan periode sebelumnya.
Pelanggaran yang masih ditemukan didominasi oleh pengendara tanpa helm, melawan arus, serta penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis.
Operasi Keselamatan Candi 2026 juga menjadi langkah awal persiapan menghadapi Operasi Ketupat 2026 menjelang arus mudik dan balik Lebaran. Bersama Dinas Perhubungan, Polres Purworejo telah melakukan ramp check atau pemeriksaan kelayakan kendaraan umum di sejumlah titik.
Polres Purworejo mengimbau masyarakat agar mulai mempersiapkan kondisi fisik maupun kendaraan sejak dini sebelum melakukan perjalanan mudik, demi memastikan keamanan dan keselamatan selama di perjalanan.
Dengan berakhirnya operasi ini, diharapkan kesadaran berlalu lintas tidak hanya meningkat saat ada operasi kepolisian, tetapi menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.