TANGERANG, Pelita.co – Pemeliharaan jalan hotmix di Kampung Bojong Kamal RW 04, Desa Bojong Kamal, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, menuai keluhan warga. Pasalnya, meski belum genap sebulan atau sekira tiga pekan dikerjakan, kondisi permukaan jalan sudah menunjukkan kejanggalan yang mencolok.
Pantauan di lapangan memperlihatkan gelaran hotmix tampak tipis dan tidak merata. Bahkan, di beberapa titik terlihat bekas permukaan jalan lama masih membayang jelas. Ironisnya, pada titik lain ditemukan hotmix yang mulai ditumbuhi rumput, menimbulkan dugaan kuat bahwa pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi teknis sebagaimana mestinya.
“ Kayaknya hotmix ini belum ada sebulan bang , baru sekitar tiga mingguan, tapi sudah kelihatan tipis. Kalau dilihat sepintas, seperti hanya dilapisi seadanya,” keluh salah satu warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Diketahui, proyek pemeliharaan jalan hotmix tersebut merupakan pekerjaan PL Kecamatan Legok dengan Tahun Anggaran 2025. Namun kualitas hasil pekerjaan justru malah menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat.
Saat dikonfirmasikan, Camat Legok, H. M. Yusuf Fachroji, memberikan tanggapan singkat melalui pesan WhatsApp.
“Terima kasih atas informasinya,” tulisnya dalam balasan chat WhatsApp, Minggu (14/11/2025).
Sementara itu, Ketua DPD LSM LipanHam, Jepri, melontarkan kritik tajam. Ia menilai ketebalan hotmix yang digelar di lokasi tersebut tidak layak dan diduga kuat tidak sesuai spesifikasi teknis.
“ Ketebalan Hotmixnya sangat tipis dan jelas terlihat tidak sesuai. Permukaan jalan lama masih terlihat membekas. Ini indikasi kuat pekerjaan dilakukan asal-asalan,” tegas Jepri Sabtu (13/12).
Lebih jauh, Jefri juga menyinggung lemahnya fungsi pengawasan dari pihak kecamatan. Ia bahkan menduga adanya potensi praktik tidak sehat dalam pelaksanaan proyek tersebut.
“ Dengan kondisi pekerjaan seperti ini, patut diduga fungsi pengawasan tidak berjalan. Bahkan tidak menutup kemungkinan adanya dugaan kongkalikong antara pengawas dan pelaksana proyek,” ujarnya.
Atas kondisi tersebut, Jepri mendesak agar pekerjaan pemeliharaan jalan hotmix di Kampung Bojong Kamal segera dievaluasi dan digelar ulang demi memastikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“ Kalau memang tidak sesuai spesifikasi, harus digelar ulang. Jangan sampai masyarakat dirugikan oleh proyek yang dananya bersumber dari uang rakyat,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan lebih lanjut dari pihak pelaksana proyek terkait dugaan ketidaksesuaian spesifikasi tersebut.