Beranda News

Manasik Haji Terintegrasi Digelar, 777 Jemaah Purworejo Dapat Pembekalan Haji Inklusif

Manasik Haji Terintegrasi Digelar, 777 Jemaah Purworejo Dapat Pembekalan Haji Inklusif
Ket foto: Bupati Yuli Hastuti memberi sambutan kepada 777 calon jemaah haji Kabupaten Purworejo, Senin (9/2/2026)

PURWOREJO, pelita.co – Sebanyak 777 calon jemaah haji Kabupaten Purworejo mengikuti Bimbingan Manasik Haji Terintegrasi Tingkat Kabupaten Purworejo Tahun 1447 H/2026 M yang digelar di Pendopo Kabupaten Purworejo, Senin (9/2/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purworejo ini mengusung tema “Haji Ramah Lansia, Perempuan, dan Disabilitas”. Manasik haji terintegrasi dibuka langsung oleh Bupati Purworejo Yuli Hastuti SH, didampingi Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purworejo Herman Susilo SPdI MAg.

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Purworejo Suranto ST SSos MPA, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purworejo Mukhlis Abdillah SAg MH, serta Plt Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Purworejo Ari Wibowo ST.

Dalam sambutannya, Bupati Yuli Hastuti mengapresiasi pelaksanaan bimbingan manasik haji sebagai bagian penting dari persiapan calon jemaah sebelum menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Ia menegaskan bahwa manasik haji tidak hanya berorientasi pada kesiapan teknis, tetapi juga penguatan mental dan spiritual jemaah.

“Manasik haji merupakan tahapan awal yang sangat penting. Ibadah haji tidak cukup hanya dengan kesiapan materi, tetapi juga membutuhkan bekal ilmu, pemahaman, dan ketakwaan yang kuat,” ujar Bupati.

Bupati juga mengajak seluruh calon jemaah untuk mengikuti rangkaian manasik haji dengan sungguh-sungguh agar memperoleh pemahaman yang utuh dan seragam terkait tata cara pelaksanaan ibadah haji sesuai tuntunan syariat Islam.

Melalui manasik haji terintegrasi ini, Bupati berharap jemaah mampu melaksanakan ibadah haji secara tertib, mandiri, serta menjaga kesehatan selama berada di Tanah Suci, sehingga dapat kembali ke tanah air dengan selamat dan memperoleh predikat haji mabrur dan hajah mabruroh.

Sementara itu, Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purworejo Herman Susilo SPdI MAg menyampaikan bahwa bimbingan manasik haji terintegrasi bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan calon jemaah haji reguler tahun 2026, khususnya dalam mewujudkan pelayanan haji yang ramah bagi lansia, perempuan, dan penyandang disabilitas.

Ia menjelaskan, bimbingan manasik haji dilaksanakan sebanyak empat kali pertemuan. Pertemuan pertama dilakukan di tingkat kabupaten di Pendopo Kabupaten Purworejo, kemudian dilanjutkan di 11 titik kecamatan pada 10–13 Februari 2026.

“Melalui manasik haji terintegrasi ini, diharapkan seluruh calon jemaah memiliki kesiapan yang lebih baik, baik dari sisi pemahaman ibadah, kesehatan, maupun kemandirian selama menjalankan rangkaian ibadah haji,” pungkasnya.