LKS SMK Bidang Kesehatan Se Kabupaten Purworejo Dilaksanakan di SMK Kesehatan Purworejo

, Pelita.co, () SMK ke 30 tingkat tahun 2022, sudah dimulai Senin (24/1/22).

Dalam lomba tersebut, ada 24 mata yang dilombakan diadakan, diantaranya LKS bidang kesehatan pada kompetensi keperawatan dan farmasi yang pelaksanaannya di SMK Kesehatan Purworejo, Selasa (25/01/22).

Winarni, , selaku Koordinator LKS mata lomba bidang keperawatan yang juga Kepala SMK Pancasila 2 Kutoarjo ini menyampaikan, LKS ini diikuti SMK- yang memiliki jurusan Keperawatan dan Farmasi.

Untuk mata lomba keperawatan terang Sudrajat, materi yang dilombakan tentang over bed, bagaimana asisten perawat ini melayani pasien, mengganti pakaian, bed, dan keperawatan- keperawatan dasar.

“Sedangkan materi LKS bidang farmasi meliputi peracikan obat, dan membaca resep. Tujuannya karena Kedepannya, mereka bisa melakukan saat kerja di pusat kesehatan yang ada,” jelas Winarni.

Rahman Sudrajat, S.S, MPd, selaku koordinator bidang farmasi menyampaikan, dipilihnya SMK Kesehatan Purworejo sebagai lokasi LKS bidang kesehatan, karena fasilitas ini sangat lengkap, dan terakreditasi A. Selain itu, juga dari hasil musyawarah memutuskan di SMK Kesehatan Purworejo.

Saya ucapkan terima kasih kepada SMK Kesehatan Purworejo yang telah mempersiapkan tempat dengan baik, sehingga para peserta bisa mengikuti lomba sesuai dengan bidang yang dilombakan,” terangnya.

Selain itu terang Rahman, juga sesuai dengan capaian kompetensi yang akan dicapai siswa, sehingga siswa lebih terpacu untuk menunjukkan skill, bakat, dan kemampuan yang dimiliki hasil pembelajaran di sekolah masing-masing.

Sementara itu Nuryadin, S.Sos, , selaku Kepala Sekolah, menyampaikan rasa terimakasih dan mengaku senang sekali, SMK Kesehatan Purworejo menjadi lokasi LKS bidang kesehatan untuk kompetensi keperawatan dan farmasi.

“Dengan dipilihnya SMK Kesehatan Purworejo, berarti ini membuktikan bahwa sekolah kita layak untuk menjadi tempat pelaksanaan ini, karena mengingat lokasi dan sarana yang kita miliki,” ucap Nuryadin.

Menurut Nuryadin, LKS merupakan program rutin setiap tahun, harus didukung, karena kewajiban sekolah itu untuk bisa mensukseskan program ini.

Selain itu juga bagian dari hak anak, sehingga anak-anak yang punya kreativitas dan kelebihan di kompetensi, layak diikutsertakan lomba LKS. Itu juga bagian dari eksistensi keberadaan jurusan keperawatan dan farmasi.

“Ini juga bagian dari mengevaluasi semua kinerja dari kepala sekolah, ketua jurusan sampai guru-guru produktif hingga anak-anak,” terang Nuryadin.

Bagi yang menang ucap Nuryadin, harus bersyukur. Bagi yang belum menang, pelajari apa kelemahan yang terjadi, dan jadikan bahan evaluasi kinerja di masing-masing sekolah.