MANGGARAI NTT, Pelita.co- Komunitas game online ‘Mobile Legend’ kabupaten Manggarai NTT menggelar turnamen D’Boston Season 2 tahun 2026 yang diikuti oleh para pecinta game Mobile Legend, baik yang berbasis di Ruteng maupun dari wilayah lain
Turnamen ini digelar secara mandiri selama 4 hari sejak 9 hingga 12 Maret 2026 di D,Boston Cafe Jl. Ahmad Yani tepatnya samping Bank BRI Unit Tenda Kelurahan Tenda kecamatan Langke Rembong
Sebanyak 15 tim mengikuti turnamen tersebut dengan jumlah pemain 7 orang setiap tim yang terdiri dari 5 pemain inti dan 2 pemain cadangan
Para pemain tampak mengelola permainan melalui handphone mereka dari ruang khusus yang tertutup agar lebih aman dan nyaman selama pertandingan berlangsung
Sementara para penonton yang juga merupakan pecinta game Mobile Legend dapat menyaksikan pertandingan melalui layar monitor TV di ruangan umum
Penikmat game online itu tampak antusias menyaksikan kehebatan tim yang bermain di partai grand final tersebut sembari memberikan komentar hingga menimbulkan suara menggelegar di seluruh ruangan cafe yang penuh dengan aroma coffee (kopi) itu
Turnamen tersebut memberikan kesan nikmat serta kepuasan kepada seluruh peserta karena menerapkan sistem kompetisi atau Round Robin di mana semua tim dipertemukan di babak penyisihan
Tim yang berhasil lolos dari fase penyisihan grup masuk dalam babak delapan besar. Selanjutnya, tim yang lolos dari babak delapan besar berhak berada di partai semi final dan meraih tiket grand final jika menang di partai semi final
Dua tim kuat yaitu Lunatic Vs Tim 7 berhasil lolos ke grand final. Sementara dua tim lainnya TXZ87 Vs Mbaumuku 2 berhak tampil merebut posisi ke 3
Setiap sesi pertandingan dialokasikan waktu 25 menit plus 5 menit waktu istirahat
Tim 7 berhasil menempati podium juara 1 disusul Lunatic menduduki podium 2 dan Tim Terserah Kamu di podium 3. Sementara itu Mvp of the Tournament diraih oleh Clarine
Para peraih juara mendapatkan hadiah berupa piala bergilir dan uang tunai sebesar Rp. 1.500 ribu untuk juara 1, Rp. 800.000 juara 2, Rp. 500.000 untuk juara 3 dan Rp.200.000 untuk hadiah individu dengan total Rp. 3000.000
Ketua penyelenggara sekaligus penanggungjawab turnamen mobile legend D’Boston season 2 tahun 2026, Henry Peter Junior Hardi mengatakan bahwa turnamen ini merupakan turnamen kedua setelah setahun sebelumnya turnamen D’Boston season 1 telah digelar
“Kegiatan yang kami lakukan sekarang ini adalah turnamen game online D’Boston Season 2, Season 1 kami sudah gelar tahun lalu” ungkap Henri kepada Wartawan di sela turnamen tersebut di D’Boston Cafe, Kamis 12 Maret 2026
Turnamen tersebut kata Henry bertujuan untuk mengasah kemampuan dan memperkuat mental kompetisi peserta
Menurutnya kompetisi membutuhkan mental, bukan hanya sekadar skill atau kemampuan
Turnamen ini juga sebagai ajang mempertemukan sekaligus mempererat hubungan antar sesama anggota komunitas atau peminat game online mobile legend itu sendiri
Henry mengatakan tidak ada batas usia maupun gender sehingga peserta yang mengikuti turnamen itu terdiri dari berbagai usia dan profesi mulai dari anak sekolah SMP, SMA, Mahasiswa hingga pekerja
Peserta termuda kata Henry adaah anak SMP berumur 13 tahun dan peserta tertua berusia 35 hingga tahun
Selain itu, satu tim yang ikut ambil bagian dalam turnamen tersebut berasal dari Labuan Bajo kabupaten Manggarai Barat
Henry mengatakan bahwa komunitas berkomitmen akan kembali digelar turnamen serupa pada bulan Agustus nanti (2026) dengan tema ‘Piala Kemerdekaan’ karena bertepatan dengan peringatan hari kemerdekaan RI
Komunitas Mobile Legend ini kata Henry akan terus berdiri dan menunjukan eksistensi melalui berbagai kegiatan termasuk turnamen
Ia mengungkapkan bahwa komunitas mobile legend di Manggarai belum berafiliasi dengan organisasi resmi apapun seperti ESI (E- Sport Indonesia) dan juga Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) sehingga seluruh kegiatan termasuk turnamen dilakukan secara mandiri
Meski begitu Ia tegaskan bahwa komunitas tetap memiliki target jangka panjang termasuk melibatkan diri dalam berbagai turnamen resmi
Namun demikian Ia berharap ada perhatian dari pemerintah agar komunitas mobile legend di kabupaten Manggarai ini diakomodir sehingga lebih terorganisir dan lebih terarah sebab selama ini komunitasnya mengalami kesulitan mendapatkan wadah
Pemerintah melalui organisasi resmi yang memiliki otoritas kata Henry perlu mengakomodir dan memberikan perhatian kepada komunitas mereka agar mudah mendapatkan atlet E- Sport yang mumpuni
Henry memastikan pihaknya selalu terbuka jika organisasi olahraga resmi seperti ESI dan KONI ingin mengakomodir komunitas mereka
Selain itu Ia berharap agar organisasi olahraga ESI dan KONI rutin melakukan turnamen E- Sport dan juga membuka ruang diskusi dengan melibatkan semua pelaku game online ini agar mendapatkan kesepahaman terhadap konsep dan arah ke depan sehingga menjadi lebih matang
Untuk komunitas mobile legend di kabupaten Manggarai kata Henry telah mengalami perkembangan cukup masif
Banyak pemain atau anggota bergabung sejak komunitas ini dibentuk saat even Bupati Cup tahun 2021 silam dan tetap eksis hingga sampai sekarang
Komunitas itu tambahnya Ia bentuk untuk mengakomodir sesama pemain mobile legend yang bermula dari rasa ketidakpuasan terhadap even Bupati Cup ketika itu
Ia berharap agar ke depan komunitas ini berkembang pesat serta mampu bersaing di turnamen yang lebih tinggi
Hal itu Ia optimis karena salah satu tim di grand final turnamen Mobile Legend D’Boster Season 2 tahun 2026 ini adalah atlet peraih peringkat kedua pada kompetisi pra PON tahun 2023 lalu di Kupang mewakili kabupaten Manggarai
“Kebetulan yang masuk final, mereka itu atlet perwakilan dari Manggarai waktu pra PON tahun 2023. Jadi waktu itu juga mereka juara 2” ungkap Henry
Game online ini kata Henry memberikan dampak positif bagi para pemain atau peminat karena dapat mengurangi aktivitas negatif di media sosial
Namun demikian Ia tetap mengimbau agar anggota komunitasnya untuk bermain seperlunya saja serta tetap mengendalikan emosi
“Bermainlah seperlunya saja, jangan terlalu berlebihan. Kita bermain itu untuk mengadu skill bukan untuk buat kita jadi tempramental karena game ini memang jiwa kompetisinya tinggi sekali sehingga kadang kadang tidak terima kalau kalah, marah marah, jadi jaga emosi” ujar Henry
Ia juga mengingatkan agar mampu mengatur waktu bermain
“Kemudian waktu bermain itu harus dimanage supaya tugas yang lain tidak terganggu” ungkapnya