
Medan,pelita.co– Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara (Sumut), H. Farianda Putra Sinik, S.E., mendeklarasikan diri untuk kembali maju sebagai calon Ketua PWI Sumut periode 2026–2031. Deklarasi tersebut digelar di salah satu kafe di Medan, Selasa (3/11/2026), dan dihadiri sejumlah wartawan senior, pemimpin redaksi, pemilik media, serta tokoh agama.
Dalam sambutannya, Farianda menyampaikan bahwa keputusannya kembali maju sebagai calon ketua telah melalui pertimbangan matang dan didorong aspirasi anggota PWI dari berbagai daerah di Sumatera Utara.

Ia menegaskan bahwa PWI merupakan rumah besar bagi seluruh wartawan yang harus dijaga dan dikembangkan bersama. Menurutnya, jabatan ketua bukan sekadar posisi kepemimpinan, melainkan amanah untuk melayani anggota dan organisasi.
“Saya akan maju lagi. Saya maju karena PWI Sumut ini rumah besar kita yang harus kita jaga dan kita bawa lebih baik lagi. Jabatan ini sebagai amanah dan siap memposisikan saya sebagai parhobas,” ujar Farianda.
Farianda yang juga pemilik Harian Medan Pos itu mengatakan, selama masa kepemimpinannya, sejumlah upaya telah dilakukan untuk memperkuat organisasi, meningkatkan kompetensi wartawan, serta menjaga marwah PWI di tengah perkembangan dan disrupsi media. Namun, ia menilai masih terdapat berbagai pekerjaan yang perlu dilanjutkan dan dibenahi bersama.
Ia juga mengajak seluruh anggota PWI menjaga persatuan selama proses pemilihan berlangsung. Menurutnya, perbedaan pilihan dalam konferensi merupakan bagian dari demokrasi organisasi yang tidak seharusnya merusak hubungan antarsesama wartawan.
“Boleh berisik, namun tetap jaga persatuan dan jangan memfitnah. Jauhkan itu. Pesta demokrasi hanya satu hari. Jangan gara-gara satu hari lalu kita bermusuhan. Kita harus tetap kompak,” katanya.
Sebagai bentuk keseriusan pencalonan, Farianda menyatakan akan mendaftarkan diri secara resmi kepada Panitia Konferensi PWI Sumut pada Jumat (6/11/2026). Sementara itu, Konferensi PWI Sumut dijadwalkan berlangsung pada 21 November 2026.
Ia memastikan seluruh persyaratan pencalonan telah dipersiapkan dan akan mengikuti mekanisme organisasi yang berlaku. Farianda berharap konferensi mendatang dapat berlangsung secara santun, demokratis, berkualitas, dan tetap menjunjung tinggi kehormatan organisasi.
Dukungan terhadap pencalonan Farianda juga disampaikan sejumlah tokoh pers yang hadir. Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sumut, Eris Napitupulu, menilai Farianda merupakan sosok yang tepat untuk memimpin PWI Sumut ke depan.
Senada dengan itu, Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumut, Rianto atau Anto Genk, menyampaikan bahwa kepemimpinan Farianda selama ini telah menunjukkan kapasitasnya dalam mengelola organisasi. Karena itu, menurutnya, memberikan kesempatan kedua kepada Farianda merupakan hal yang wajar.
Dukungan juga disampaikan wartawan senior sekaligus Pemimpin Redaksi Sumut Pos, Asih Astuti. Ia menyatakan dukungan penuh kepada Farianda karena menilai telah banyak kontribusi yang diberikan bagi kemajuan PWI Sumut.
Baca Juga: AsetKu Meriahkan FinExpo 2026 di Trans Studio Mall Bandung
Asih berharap, apabila kembali dipercaya memimpin organisasi, Farianda dapat meningkatkan perhatian terhadap kesejahteraan wartawan dalam lima tahun mendatang.
Deklarasi tersebut menjadi salah satu dinamika menjelang Konferensi PWI Sumut 2026. Dengan menyatakan kesiapan untuk kembali maju, Farianda mengajak seluruh anggota menjaga suasana demokrasi yang sehat, mengedepankan persatuan, serta menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Dalam kegiatan tersebut, ratusan pendukung hadir menyatakan dukungan terhadap langkah Farianda untuk melanjutkan kepemimpinannya di organisasi wartawan tersebut. Sejumlah wartawan senior yang hadir di antaranya Anton Panggabean dan Proklamasi Naibaho dari Harian SIB, Asih Astuti dari Sumut Pos, Khairul Muslim dari Membaranews.com, Rizal Rudi Surya dari Analisa, Agus Syafaruddin dari Realitas, H. Roni Simon dari Gebrak, Eris Napitupulu dari SMSI, serta Rianto atau Anto Genk dari JMSI.
Turut hadir juga Abdul Haris Nasution, Idrus Pasaribu, serta sejumlah pemilik media dan tokoh agama.













