TANGERANG,Pelita.co – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) melalui penjualan buku Lembar Kerja Siswa (LKS) kembali mencuat di SMP Negeri 4 Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang.
Setelah sebelumnya dikeluhkan pada awal tahun ajaran semester I, kini orang tua siswa mengungkap bahwa pihak sekolah kembali menjual buku LKS untuk semester dua.
Salah satu wali murid kelas VII (tujuh) yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa buku LKS tersebut dijual dengan harga Rp150 ribu per paket. Penjualan itu, menurutnya, kembali dibebankan kepada orang tua siswa tanpa kejelasan dasar kebijakan yang sah.
“ Untuk semester dua ini LKS dijual lagi, harganya sama Rp150 ribu per paket,” ujar sumber kepada awak media
Ia menilai praktik tersebut semakin memberatkan, terlebih LKS di sekolah negeri seharusnya tidak diperjualbelikan dan di berikan gratis karena bukan buku wajib
“:Sebagai orang tua kami bingung, karena ini sekolah negeri. Tapi LKS terus dijual setiap semester,” ungkapnya.
Guna memperoleh klarifikasi, awak media mendatangi SMP Negeri 4 Kohod Pakuhaji pada Jumat (08/01/2026). Namun, Kepala Sekolah SMPN 4 Kohod tidak berada di tempat. Menurut keterangan salah satu guru, kepala sekolah mendadak menghadiri rapat di luar sekolah.
“Untuk lebih jelasnya nanti ketemu saja dengan Kepala Sekolah. Cuma hari ini kepsek sedang ada urusan di SMPN 1 Teluknaga,” kata guru tersebut kepada awak media.
Hingga berita ini diturunkan, pihak SMP Negeri 4 Kohod Pakuhaji belum memberikan tanggapan maupun klarifikasi resmi terkait dugaan pungli jual beli buku LKS yang kembali terjadi pada semester dua tersebut.(ahr)