Beranda News

Dikritisi Karena Dua Pekerjaan Fisik Tahun Anggaran 2024, Kades Wae Ri’i Kristianus Apul Siap Bertanggungjawab

Kondisi TPT Yang Rubuh Di Dusun Golo Ngoro, Desa Wae Ri'i, Kecamatan Wae Ri'i Kabupaten Manggarai, NTT

MANGGARAI NTT, Pelita.co-Dua pekerjaan fisik desa Wae Ri’i, kecamatan Wae Ri’i kabupaten Manggarai NTT tahun anggaran 2024 lalu menuai kritikan masyarakat. Dua proyek itu adalah pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di dusun Golo Ngoro dan TPT di dusun Wade yang bersumber dari Dana Desa (DD)

Kritikan itu mencuat lantaran TPT di dusun Golo Ngoro telah rubuh, sementara TPT di dusun Wade belum tuntas dikerjakan karena pekerjaan pengurugan tanahnya belum dilakukan hingga Maret 2025 ini

Pantauan media ini pada Rabu siang 26 Maret 2025, TPT yang rubuh di dusun Golo Ngoro itu tepat di depan halaman rumah salah seorang warga. Volume TPT yang rubuh itu diperkirakan kurang lebih 10 meter dari total volume 20 meter

Material TPT yang rubuh terlihat menumpuk di drainase yang berada tepat di bawahnya hingga mengakibatkan aliran air terhambat

Sementara itu di salah satu ruas jalan di susun Wade, puluhan gundukan tanah terlihat di bahu jalan sepanjang TPT yang dibangun tahun 2024 itu

Di bagian dalam TPT itu tampak masih rongga dan belum terisi material tanah atau belum diurug

Informasi yang diperoleh media ini, gundukan tanah yang ada di bahu jalan itu untuk diurug pada bagian dalam TPT tersebut

Seorang warga desa Wae Ri’i yang enggan menyebutkan namanya menyampaikan kritikan terhadap dua pekerjaan tersebut

Menurutnya, TPT yang telah rubuh di dusun Golo Ngoro diakibatkan karena kualitas rendah dan sistem pengerjaan yang tidak tepat serta campuran material yang tidak sesuai

Sumber tersebut bahkan menilai pemerintah desa Wae Ri’i tutup mata dan tidak bertanggungjawab dengan rubuhnya TPT itu karena hingga saat ini tidak ada upaya penanganan yang dilakukan

“Ada dugaan pengerjaan TPT itu tidak sesuai spesifikasi, campuran material juga tidak sesuai. Kelihatannya pemerintah desa Wae Ri’i tidak peduli dan tidak bertanggungjawab. Mulai rubuh sampai dengan saat ini tidak ada perbaikan. TPT di dusun Wade juga belum diurug, tanah masih menumpuk di jalan” ungkap sumber tersebut

Ia tidak mengetahui mengapa dua proyek tahun 2024 itu tidak diperbaiki dan belum dituntaskan

Ia menilai hal tersebut menunjukan ketidaksanggupan pemerintah desa Wae Ri’i  dalam melaksanakan tanggungjawabnya serta ketidaksanggupan pemerintah daerah kabupaten Manggarai dalam mengontrol atau mengawasi kinerja pemerintah desa

Ia meminta kepala desa dalam hal ini Pemerintah desa Wae Ri’i untuk bertanggungjawab dengan segera memperbaiki TPT yang rubuh dan pengurugan tanah pada TPT di dusun Wade segera dilakukan

Dikonfirmasi pada Kamis sore (26/03), Kepala desa Wae Ri’i, Kristianus Apul mengatakan pihaknya bertanggungjawab atas TPT yang rubuh dan akan segera mengerjakan urukan tanah yang belum tuntas dilakukan

“Kami sebagai pemerintah bertanggungjawab untuk mengerjakan TPT yang rubuh. Kami sudah berdiskusi, solusinya adalah kami akan mulai mengerjakannya kembali paling cepat bulan April, paling lambat Mei” ungkap Kristianus

Sementara terkait pengurugan tanah pada TPT di dusun Wade Ia pastikan akan segera dikerjakan dalam beberapa hari ke depan, menunggu waktu pemilik alat berat yang selama ini sudah Ia komunikasikan

Kristianus membantah tuduhan yang menyebut rubuhnya TPT di dusun Golo Ngoro itu akibat dari sistem pengerjaan dan spesifikasi material yang tidak sesuai

Menurutnya, TPT itu rubuh karena tanah urukan nya tidak padat sehingga air saat musim hujan dalam jumlah banyak mudah masuk ke dalam celah celah tanah itu sehingga TPT mudah jebol

Kristianus menjelaskan bahwa TPT itu dikerjakan pada Juli hingga Agustus 2024 lalu dan rubuh pada akhir Desember 2024 saat curah hujan tinggi

“TPT itu rubuh pada akhir Desember pas curah hujan tinggi. Itu dikerjakan pada Juli, Agustus pada musim kemarau. Saat pengerjaan, tanah urukan di bawahnya kurang padat dengan tinggi 180 dari atas drainase. Pas hujan, air masuk ke celah celah tanah itu sehingga rubuh” ungkapnya

Namun Kristianus memastikan bahwa biaya pengerjaan TPT yang rubuh dan pengurukan tanah pada TPT di dusun Wade tidak dianggarkan dari DD tahun 2025

Ia mengatakan bahwa biaya pengerjaan dua program tahun anggaran 2024 itu akan dibiayai dengan caranya sendiri sebab prinsipnya tidak ada anggaran biaya pemeliharaan

Kristianus memastikan penyelesaian dia pekerjaan tersebut sebagai penataan lingkungan sekaligus demi kenyamanan masyarakat

Pemerintah desa Wae Ri’i tambahnya akan menyelesaikan semua pekerjaan yang rusak dan belum tuntas harus diselesaikan karena desa yang dipimpinnya itu sebagai salah satu desa maju