KEBUMEN, Pelita.co – Insiden kecelakaan lalu lintas disertai aksi kekerasan menggegerkan warga Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen, Jumat (6/2/2026) sore.
Seorang sopir mobil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diduga dalam kondisi mabuk mengamuk setelah menabrak pagar gerbang sekolah dasar dan dinding talud, hingga melukai belasan warga yang berusaha menolong.
Peristiwa tersebut terjadi di depan SD Negeri Clapar, Desa Clapar, Kecamatan Karanggayam, sekitar pukul 17.00 WIB. Mobil SPPG yang dikemudikan pelaku melaju dari arah Desa Clapar menuju Gebangan sebelum akhirnya mengalami kecelakaan.
Plh Kapolsek Karanggayam, Ipda Samun, mengatakan pengemudi sudah sejak awal mencurigakan karena mengendarai mobil secara ugal-ugalan. Warga bahkan sempat memantau pergerakan kendaraan tersebut sebelum kecelakaan terjadi.
“Pengemudi ini sudah dipantau warga karena cara mengemudinya tidak wajar, ugal-ugalan. Sesampainya di lokasi kejadian, kondisi jalan agak menanjak dan berbelok, sehingga kendaraan tidak terkendali,” ujar Ipda Samun saat dikonfirmasi, Sabtu (7/2/2026).
Menurutnya, mobil SPPG tersebut pertama kali menabrak pagar gerbang SD Negeri Clapar. Benturan keras membuat ban kendaraan pecah, sehingga mobil kembali oleng dan menghantam dinding talud yang berada tepat di depan sekolah.
Beruntung, saat kejadian aktivitas belajar mengajar sudah selesai dan kondisi sekolah dalam keadaan kosong. Tidak ada guru maupun siswa yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
Namun situasi berubah ricuh ketika warga yang berada di sekitar lokasi berusaha mendekat untuk memberikan pertolongan kepada pengemudi. Bukannya tenang, pelaku justru keluar dari mobil dalam kondisi emosi tidak terkendali.
“Warga sebenarnya berniat menolong. Tapi yang bersangkutan malah keluar dari mobil dan mengamuk. Kondisi psikologisnya tidak stabil, kemudian memukul warga secara membabi buta,” jelas Ipda Samun.
Akibat aksi brutal tersebut, sekitar 15 warga mengalami luka ringan. Sebagian korban terkena pukulan tangan kosong, sementara lainnya mengalami luka akibat terkena benda tumpul.
“Korban tidak ada yang luka berat. Sekitar 15 orang mengalami luka ringan, terkena pentung dan jotos. Justru korban berasal dari warga yang mau menolong,” imbuhnya.
Mendapat laporan dari masyarakat, aparat kepolisian segera mendatangi lokasi kejadian. Pelaku akhirnya berhasil diamankan dan dibawa ke Mapolsek Karanggayam untuk mencegah amukan semakin meluas.
Diketahui, pengemudi mobil SPPG tersebut bernama Ajiz Setyo Wihantoro (39), warga Desa Karangsambung, Kecamatan Karanggayam. Ia diketahui merupakan sopir MBG Dapur Wonotirto. Saat kejadian, Ajiz tidak sedang bertugas dan mobil SPPG digunakan di luar jam operasional.
“Yang bersangkutan tidak sedang berdinas. Kendaraan dipakai di luar jam kerja dan diduga untuk kepentingan pribadi,” ungkap Ipda Samun.
Dari keterangan sementara kepolisian, pelaku diduga berada di bawah pengaruh minuman keras saat mengemudi. Dugaan tersebut diperkuat dengan perilaku agresif dan kondisi emosional pelaku saat kejadian.
“Itu karena faktor psikologis dan diduga mabuk,” pungkasnya.
Hingga kini, Ajiz masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Karanggayam. Polisi juga terus mendalami kemungkinan pelanggaran lain, termasuk penyalahgunaan kendaraan dinas.
Aparat kepolisian mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila mendapati pengemudi yang berkendara secara ugal-ugalan atau membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.