Pelita.co – Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, dilaporkan meninggal dunia sebagai syahid setelah serangan udara bersama yang dilakukan oleh pasukan Amerika Serikat dan Israel yang menargetkan kantornya di pusat kota Teheran pada hari Sabtu (28/02/2026).
Menurut siaran resmi dari pejabat Iran yang dilansir oleh media lokal, Khamenei tewas bersama beberapa anggota keluarganya, termasuk putri, menantu, dan cucunya dalam insiden tersebut.
Selain itu, sejumlah pejabat tinggi militer Iran juga gugur dalam serangan yang sama, termasuk Komandan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Jenderal Mohammad Pakpour dan Sekretaris Dewan Pertahanan Ali Shamkhani.
Dalam pernyataannya, ajudan terdekat Khamenei mengumumkan bahwa Presiden Masoud Pezeshkian, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, dan Kepala Kehakiman Gholamhossein Mohseni Eje’i akan memimpin negara sementara hingga pemimpin baru dipilih oleh Majelis Ahli.
Laporan juga menyebutkan bahwa ribuan warga Iran telah turun ke jalan pada dini hari Minggu untuk mengungkapkan duka cita atas gugurnya sang pemimpin, dan pemerintah telah menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.
Ayatollah Khamenei telah menjabat sebagai Pemimpin Republik Islam sejak Juni 1989, menggantikan pendiri negara tersebut setelah wafatnya Imam Ruhollah Khomeini.