
MANGGARAI NTT, Pelita.co- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto mengungkapkan 54 orang meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo 7,7 SR yang terjadi di Nagekeo kabupaten Ngada Sabtu 15 Agustus 2026 lalu
Hal itu Ia ungkapkan usai mengikuti upacara HUT kemerdekaan RI ke 81 di Ruteng kabupaten Manggarai, Senin 17 Agustus 2026
Ia menyebut pemerintah terus melakukan penanganan terhadap warga terdampak gempa di wilayah Flores
Berbagai bantuan yang dibutuhkan akan terus didistribusikan
Untuk Kabupaten Manggarai telah tersedia 1.000 paket bantuan yang siap didistribusikan kepada masyarakat terdampak
“Untuk Kabupaten Manggarai ada 1.000 paket bantuan yang siap didistribusikan,” ungkapnya
Baca Juga: Rayakan HUT Lantas Bhayangkara Ke 71, Satlantas Polres Manggarai Berkomitmen Tingkatkan Pelayanan
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Manggarai, Hery Nabit menyampaikan data sementara yang diterima Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menunjukkan sebanyak 26 orang meninggal dunia, 31 orang mengalami luka berat dan 88 orang lainnya mengalami luka ringan
Selain korban nyawa, Gempa tersebut juga mengakibatkan kerusakan banyak fasilitas umum seperti gedung dan jalan
Banyak bangunan hancur, baik fasilitas umum pemerintah, kantor swasta, tempat ibadah, sekolah, rumah warga maupun bangunan lainnya dengan kondisi kerusakan berat, sedang dan ringan
Akses jalan juga terganggu akibat tertutup material longsor meski kemudian sudah ditangani oleh kesigapan pemerintah
Wilayah kabupaten Manggarai menjadi daerah terparah dampak gempa tersebut dengan jumlah korban paling banyak baik korban meninggal dunia maupun bangunan
Manggarai bagian Utara tercatat sebagai wilayah terdampak paling besar terutama Kecamatan Reok, Reok Barat, Cibal dan Cibal Barat
Tingginya dampak tersebut kata Hery Nabit berkaitan dengan posisi episentrum gempa yang berada di bagian utara Manggarai
Ia mengatakan, sebagian korban meninggal dunia diakibatkan tertimpa atau tertimbun material bangunan yang runtuh atau ambruk dan ada juga yang meninggal karena syok serta korban yang terlambat mendapat penanganan
Hery Nabit menegaskan bahwa pemerintah mulai menyalurkan bantuan
“Kami tetap mengakui bahwa ada korban karena kondisi bencana, tetapi tidak bisa ditangani dengan baik di fasilitas kesehatan. Jadi untuk bantuan kami mulai salurkan, sambil pendataan tetap berjalan,” ujar Hery Nabit.
Usai upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Bupati Manggarai bersama Menko PMK, Kepala BNPB, Wamensos menuju wilayah Reo untuk meninjau langsung lokasi yang terdampak gempa
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan penanganan darurat, pendistribusian bantuan dan proses pemulihan masyarakat terdampak bencana dapat berjalan lebih cepat













