Beranda News Dirut Perumdam TKR Jadi Pembicara Nasional Sosialisasi Perhitungan dan Penetapan Tarif Air Minum

Dirut Perumdam TKR Jadi Pembicara Nasional Sosialisasi Perhitungan dan Penetapan Tarif Air Minum

JAKARTA.Pelita.co –  Direktur Umum Perusahaan Air Minun Daerah (Perumdam) Sofyan Sapar menjadi narasumber peraturan nomor 21 tahun 2020 tentang perubahan atas peraturan Mendagri nomor 71 tahun 2016 tentang Perhitungan dan Penetapan Tarif yang diselenggarakan oleh Kementrian Dalam Negeri, dilaksanakan di Hotel Novotel Mangga Dua Jakarta. Selasa, (16/03/2021).

Sosialisasi tentang Perhitungan dan Penetapan tarif air minum, diikuti oleh beberapa Kabupaten/kota dan BUMD se-indonesia, dilakukan pula dengan live youtube dan virtual, menerapkan covid-19.

Menurut Sofyan, Air merupakan sumber kehidupan masyarakat, untuk itu pengelolaan dan penggunaan air harus terus ditingkatkan dalam pelayanan, kualitas, dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Seperti yang tertuang dalam amanat undang-undang air dan kekayaan lainnya digunakan untuk kepentingan Rakyat,” papar Sofyan didepan perserta Sosialisasi Kabupaten/Kota Se-Indonesia.

Perumdam TKR selama tahun 2009, lanjut Sofyan, tidak pernah menaikan tarif air minum selama 11 tahun di Kabupaten , namun terus meningkatkan layanan sambungan kepada masyarakat.

Baca juga :  H. Turidi Susanto dan Kadishub Kota Tangerang, Temui Aksi Demo HMI

“Kita sudah memprioritaskan sambungan bagi masyarakat dengan tarif paling rendah, semata-mata untuk kepentingan rakyat Tangerang,” ucapnya.

Menurut data Perumdam TKR sudah memiliki 181.105 sambungan untuk sosial, tangga, intansi pemerintah, Niaga dan juga air curah diwilayah sehingga cakupan di wilayah Tangerang terus meningkat.

Sementara Budi Santoso Direktur BUMD, BLUD dan BMN Kementrian Dalam Negeri menyampaikan berlakunya Permendagri nomor 21 tahun 2020 tentang perubahan atas peraturan Mendagri nomor 71 tahun 2016 tentang Perhitungan dan Penetapan Tarif Air Minum akan berlaku tahun 2022 agar peraturan ini bisa dilaksanakan dan dalam mengelola air minum didaerahnya masing-msaing.

“Kemanfaatan air minum agar dilakukan pelayanan secara maksimal, untuk itu peran gubernur agar menjalankan aturan ini dan dirasakan oleh masyarakat,” ungkapnya.

Ada BUMD yang sudah bagus, seperti Perumdam TKR, menjadi semangat agar pengembangannya bisa di lakukan didaerah lain menjadi percontohan lain, agar lebih sehat pengelolaannya juga manfaanya bagi masyarakat.

Baca juga :  BAPAK : Bansos Covid-19 Dinilai Menguntungkan Petahana

“Khusus air minum layanan lebih utama,” tutur Budi.